JAKARTA - Perum Bulog menyatakan bahwa Perum Bulog akan menunda sementara importasi daging kerbau dari India. Hal itu dilakukan karena penyebaran Covid-19 yang makin memburuk di negara tersebut.
Namun Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud mengatakan, bahwa impor daging kerbau akan tetap berjalan sesuai dengan kesepakatan yang ada.
Baca Juga: Tunggu Izin Kemendag, Bulog Impor 25.000 Ton Daging Kerbau India
"Tidak ada perubahan, saat ini kita tetap mengoptimalkan apa yang sudah diputuskan sebelumnya. Daging kerbau akan tetap masuk meski ada corona,"kata Musdhalifah dalam diskusi secara virtual, Rabu (28/4/2021)
Dia menjelaskan, bahwa saat ini daging kerbau yang sudah masuk di Bulog sebanyak 13 ribu ton. Rencananya, jumlah tersebut akan bertambah di awal Mei menjelang hari raya Idul fitri.
Baca Juga: Mengejutkan! Harga Daging Kerbau RI Lebih Mahal dari Malaysia
"Kalau tidak salah yang sudah masuk di Bulog itu sudah masuk 13 ribu ton. Moga - moga ada pertambahan hingga awal bulan mei dan seminggu setelah ramadhan. mudah - mudahan ini bisa terealisasi," ujarnya
Dia menambahkan, sejatinya pemerintah sudah berupaya untuk mencari alternatif dari negara lain. Namun karena masih pandemi Covid-19 negara impor sapi pun mengalami kesulitan.