JAKARTA – Harga emas berjangka turun lagi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), memperpanjang kerugian untuk hari keempat berturut-turut karena melonjaknya imbal hasil obligasi pemerintah AS dan data ekonomi yang positif membuatnya tetap di bawah tekanan konstan.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, menyusut 60 sen AS atau 0,03% menjadi ditutup pada USD1.767,70 per ounce. Sehari sebelumnya, emas berjangka terpangkas USD5,6 atau 0,32% menjadi USD1.768,30, dilansir dari Antara, Sabtu (1/5/2021).
Baca juga: Harga Emas Makin Turun Ditekan Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS
Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun mencapai tertinggi dua minggu di 1,684 pada Kamis (29/4/2021) karena obligasi mulai dijual lagi minggu ini setelah melonjaknya kepercayaan konsumen AS, yang mencapai tertinggi 14-bulan pada April.
"Sementara pasar global bersiap untuk melampaui inflasi, emas berkinerja buruk," kata TD Securities dalam sebuah catatan. "Arus keluar institusi-institusi terus membebani logam kuning ketika suku bunga nominal semakin mengurangi dampak perdagangan reflasi."
Baca juga: Usai Turun, Harga Emas Naik Goceng Dibanderol Rp931.000/Gram
Selain belanja konsumen, serangkaian data ekonomi AS, dari inflasi hingga pembangunan rumah, harga rumah dan pekerjaan, telah melebihi perkiraan akhir-akhir ini, meningkatkan harapan untuk pemulihan yang lebih cepat dari perkiraan dari pandemi virus corona.
“Saat ini ada peningkatan kepercayaan investor dan konsumen pada keadaan dunia dan keadaan ekonomi AS, dan oleh karena itu pada keadaan dolar,” kata Christian dari CPM Group.