JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (MenKop UKM) Teten Masduki buka-bukaan nasib UMKM di tengah pandemi Covid-19. Meski sudah dibantu pemerintah dengan berbagai stimulus, namun masih ada UMKM yang sulit bertahan karena kesulitan mengakses pembiayaan.
"Masih banyak usaha mikro yang belum bisa mengakses pembiayaan formal. Kita usahakan akses pembiayaan kredit perbankan ditingkatkan. Alhamdulillah Presiden Joko Widodo setuju, hingga 2024 porsi perbankan untuk UMKM bisa lebih dari 30%," jelas Teten dalam acara halal bihalal online yang dihadiri oleh keluarga besar KemenKop UKM di Jakarta, Senin (17/5/2021).
Baca Juga: BLT UMKM 2021 Sudah Cair Lagi untuk 9,8 Juta Penerima
Beberapa target, kata dia, sudah dilampaui. Teten mengucapkan puji syukur bahwa sebelumnya prediksi UMKM terutama yang mikro yang diprediksi 50% dari mereka akan tutup usaha.
"Dan dengan berbagai insentif dari pemerintah baik dari sisi hulu dan hilirnya, data BPS menunjukkan relatif kecil yang gulung tikar," tambahnya.
Dia juga mengatakan bahwa dirinya ingin mendorong KUR, yang sekarang dinilai masih belum cukup untuk mendorong usaha kecil naik kelas.
"Para pelaku UMKM kita juga masih kesulitan mendapatkan izin edar dari BPOM. Ini paling negatif dan harus kita kejar kemudahan untuk izin edar. Jadi kita akan susun standar khusus bagi produk UMKM untuk diajukan ke BPOM agar ada kemudahan," kata Teten.
Target dia saat ini adalah untuk mendorong transformasi yang diharapkan melahirkan UMKM yang semakin maju, berdaya saing, dan kapasitas mereka berkembang.
"Usaha kecil dan menengah hampir kosong porsinya, makin berkurang yang mengakses pembiayaan ke perbankan. Ini berbahaya karena tidak produktif. Ini akan menjadi handicap bagi kita untuk mendorong kita masuk sebagai negara maju," imbuh Teten.