JAKARTA - Ekonomi Jepang minus 5,1% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal I-2021. Pertumbuhan ekonomi negatif itu terjadi di tengah pemulihan ekonomi. Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang masuk teritori negatif akibat anjloknya konsumsi masyarakat selama lockdown.
Otoritas Jepang menerapkan keadaan darurat (emergency state) kedua akibat kondisi pandemi Covid-19 yang memburuk.
Baca Juga: Harta Miliarder Jepang Makin Banyak Tembus Rp3.615 Triliun meski Ekonominya Kontraksi
Pada kuartal III dan IV tahun lalu, ekonomi Jepang tumbuh positif masing-masing 22,9% dan 11,6%. Tren pemulihan terjadi setelah kuartal II-2020, pertumbuhan ekonomi Jepang anjlok 28,6%.
"Konsumsi masyarakat menjadi faktor terbesar penyebab kontraksi ekonomi kuartal satu," kata Menteri Keuangan Jepang Taro Aso dikutip dari Channel News Asia.