JAKARTA - Pemerintah telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 sebesar 4,5% - 5,3% dan tahun depan 5,2%- 5,8%. Hal ini dinilai sebagai langkah optimis namun tetap realistis dengan berbagai pertimbangan.
“Rentang angka proyeksi tersebut juga secara realistis mencerminkan risiko ketidakpastian yang masih tinggi. Optimisme pemerintah juga didasarkan pada tren pemulihan ekonomi yang semakin kuat,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani
Lanjutnya, dia menyatakan proyeksi pemerintah tentang pertumbuhan ekonomi sudah sejalan dengan asesmen yang dilakukan oleh berbagai lembaga internasional, seperti Bank Dunia, OECD, ADB, IMF dan Consensus Forecasts.
Pemerintah dinilai harus tetap mengantisipasi potensi risiko yang akan terjadi. Sri Mulyani pun berharap momentum pemulihan ekonomi akan berlanjut pada 2022 dan upaya penanganan pandemi serta vaksinasi massal dapat mengendalikan laju penambahan kasus positif COVID-19
Reformasi struktural juga harus berhasil agar kepercayaan investor terhadap Indonesia dapat dijaga yaitu salah satunya dengan membangun ekonomi yang lebih bernilai tambah serta mendorong diversifikasi ekspor baik dari komoditas maupun mitra dagang.
Baca selengkapnya: Terungkap! Alasan Sri Mulyani Patok Pertumbuhan Ekonomi 5,8% di 2022
(Dani Jumadil Akhir)