Harga Minyak Brent Tembus USD72/Barel

, Jurnalis
Sabtu 05 Juni 2021 09:01 WIB
Harga Minyak Dunia Naik (Foto: Okezone.com/Pertamina)
Share :

NEW YORK - Harga minyak menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Minya Brent pun sempat menyentuh level USD72 per barel untuk pertama kalinya sejak 2019.

Menguatnya harga minya karena pasokan OPEC+ dan pemulihan permintaan mampu mengatasi kekhawatiran tentang peluncuran vaksinasi Covid-19 yang tidak merata di seluruh dunia.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Diusulkan USD55-USD65/Barel di RAPBN 2022

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus, naik 58 sen menjadi USD71,89 per barel, setelah sempat menyentuh USD72,17 atau tertinggi sejak Mei 2019. Sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli bertambah 81 sen menjadi USD69,62 per barel, dan sebelumnya sempat mencapai USD69,76 atau tertinggi sejak Oktober 2018.

Untuk minggu ini, harga acuan minyak mentah berjangka Brent terangkat 4,6%, sementara minyak mentah WTI melonjak 5,0% berdasarkan kontrak bulan depan.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Tipis ke USD71,31/Barel

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) mengatakan akan tetap berpegang pada pembatasan pasokan yang disepakati. Sebuah laporan pasokan mingguan pada Kamis (3/6/2021) menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun lebih dari yang diperkirakan minggu lalu.

Harga minyak menguat setelah data tenaga kerja AS menunjukkan data penggajian (payrolls) nonpertanian meningkat 559.000 pekerjaan bulan lalu. Dolar AS melemah setelah laporan tersebut, membuat minyak lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya dan memberikan dukungan untuk harga minyak.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,41% menjadi 90,1401. Secara historis, harga minyak berbanding terbalik dengan harga dolar AS. Demikian dikutip dari Antara, Sabtu (5/6/2021).

Harga minyak juga melayang lebih tinggi setelah perusahaan-perusahaan energi AS minggu ini memangkas jumlah rig minyak dan gas alam yang beroperasi, untuk pertama kalinya dalam enam minggu, data dari perusahaan jasa energi Baker Hughes menunjukkan.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya