Dari sisi neraca, pada tahun 2020 jumlah aset konsolidasi perseroan meningkat menjadi Rp59,5 triliun atau tumbuh sebesar 3,25%. Dari sisi liabilitas perusahaan, posisinya menurun dari Rp28,78 triliun di 2019 menjadi Rp28,07 triliun di tahun 2020. Ekuitas konsolidasi perseroan menguat 8,95% menjadi Rp31,4 triliun.
"Berdasarkan kinerja Perseroan di tahun buku 2020 tersebut, dengan memperhatikan kebutuhan pendanaan Perseroan dan entitas anaknya, untuk lebih mengembangkan usahanya di tahun mendatang, direksi mengusulkan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham Perseroan dan seluruhnya akan dibukukan sebagai laba bertahan untuk memperkuat permodalan," pungkas Darma.
(Dani Jumadil Akhir)