Lindungi Peternak, Begini Cara Jaga Stabilitas Harga Ayam

Michelle Natalia, Jurnalis
Jum'at 23 Juli 2021 16:06 WIB
Jaga Stabilitas Harga Ayam (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Sarana produksi ternak (sapronak) meliputi DOC FS dan pakan bagi pembudidaya peternak rakyat dan mandiri seringkali berfluktuasi tinggi.

Harga Pokok Produksi (HPP) tersebut mencapai Rp19 ribu–Rp21 ribu per kilogram yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 7 Tahun 2020.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Oke Nurwan mengatakan, industri perunggasan sedang mengalami biaya produksi DOC FS dan pakan yang tinggi serta turunnya harga livebird di tingkat peternak rakyat (farm gate).

"DOC naik akibat kebijakan cutting yang dampaknya tidak terlalu signifikan dan pakan naik karena mahalnya harga bahan baku pakan yang di pasok dalam negeri seperti jagung," ujar Oke dalam Webinar di Jakarta, Jumat (23/7/2021).

Baca Juga: Kementan Pastikan Jaga Harga Ayam Cs 

Kondisi harga pasar merupakan cerminaan supply-demand yang saat ini terjadi akibat oversupply. Pemerintah melakukan intervensi pasar apabila harga diluar range yang diatur melalui mekanisme penugasan kepada BUMN peternakan.

"Sebagai upaya mendukung kemandirian bibit DOC FS dan jagung untuk peternak rakyat diperlukan berbagai upaya supaya peternak rakyat tetap menjalankan usahanya," tambah Oke.

Skema pengadaan DOC FS untuk peternak rakyat melalui BUMN harus segera diperjelas. Saat ini masih mengalami keterbatasan atau kelengkapan instrumennya yang harus dilengkapi lagi importasi GPS yang selama ini yang ditugaskan adalah PT Berdikari.

"Sehingga memasok DOC FS yang telah ditetapkan bagi peternak yang telah terdaftar di Berdikari," terangnya.

Sementara itu, PT Berdikari (Persero) menegaskan dalam kemitraan budidaya ayam Parent Stock (PS) dan Final Stock (FS) melalui penyediaan DOC berkualitas dan pakan berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Direktur Utama Berdikari Harry Warganegara mengatakan mereka mengapresiasi keberhasilan produksi ayam pedaging oleh peternak rakyat serta peranan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

“Saat ini Berdikari telah hadir di tengah peternak rakyat dalam kemitraan ayam broiler, baik di pembibitan (Parent Stock) maupun Final Stock,” ujar Harry.

Pimpinan salah satu anggota BUMN Klaster Pangan tersebut melanjutkan, program kemitraan Berdikari diawali dengan pemeliharaan ayam FS bersama peternak rakyat baik yang tergabung dalam koperasi maupun berbadan hukum Perusahaan Terbatas (PT).

“Kini, peternak rakyat telah dapat bermitra dengan Berdikari terkait budidaya Parent Stock,” katanya.

Selain menjalin kerjasama budidaya dalam penyediaan Day Old Chick (DOC), pakan, dan vitamin untuk peternak rakyat, Berdikari juga telah berupaya menyerap hasil produksi dari peternak berupa karkas ayam. Hal tersebut sebagai upaya menjaga stabilitas harga produk di kalangan peternak rakyat.

Lebih lanjut, sebagai mitra pemerintah dalam penetapan kebijakan strategis terkait harga Sapronak maupun produk, dimana berharap Berdikari kedepannya dapat menjadi Price Leader sesuai acuan harga pokok.

Namun kehadiran Berdikari sadae masih ada keterbatasan kapasitas yang dimiliki dari Berdikari untuk mengakomodir seluruh peternak rakyat di Indonesia.

“Saat ini Berdikari belum maksimal dalam membantu peternak rakyat karena keterbatasan kapasitas perusahaan. Berdikari baru bisa menyediakan pasokan DOC terhadap peternak yang sudah terdaftar,” ungkap Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan dalam kesempatan yang sama.

Saat ini, pembicaraan telah terjalin untuk memastikan terjadinya sinergi antara Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Berdikari serta berbagai pihak lain. Nantinya sinergi tersebut akan membuat Berdikari leluasa memberdayakan peternak rakyat.

Pemberdayaan tersebut mulai dari penjualan pakan berkualitas yang terjangkau, DOC ayam yang terseleksi ketat, dan penyerapan karkas ayam yang jangkauannya diperluas sesuai dengan kebutuhan dalam rangka menjaga kestabilan harga dan penghasilan peternak rakyat.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya