Jokowi Seriusi Tanaman Porang, Makanan Masa Depan hingga Prospek Bisnis Petani Milenial

Agregasi VOA, Jurnalis
Minggu 22 Agustus 2021 11:14 WIB
Jokowi Seriusi Tanaman Porang (Foto: Biro Setpres)
Share :

Presiden juga menjelaskan pemerintah ingin membangun sebuah ekosistem yang saling menguntungkan di mana selain masyarakatnya untung, lingkungan sekitarnya juga dapat terjaga dengan baik. Untuk itu, ia mendorong Menteri Pertanian untuk membuat perencanaan besar terkait prospek porang sebagai sebuah primadona komoditas pertanian baru.

"Artinya, memang porang ini sangat menjanjikan dan sekali lagi saya harapkan Pak Menteri ada sebuah target-target angka yang harus kita punyai sehingga para petani ini betul-betul memiliki sebuah panduan arah ke mana porang ini akan dibawa," paparnya.

Manisnya hasil pertanian tanaman porang ini juga dirasakan petani milenial Yayok Triono. Pemuda berusia 30 tahun ini merupakan petani porang generasi ketiga yang mulai menanam porang dari tahun 2010.

Ia pun berujar bahwa banyak anak muda di wilayahnya saat ini tertarik untuk menjadi petani porang karena selain meneruskan usaha orang tua, juga karena dianggap cukup menguntungkan.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah, bahwa tahun 2020 kami sudah dibantu pupuk organik sekian ribu ton. Petani milenial, petani muda di desa kami, kalau zaman dulu lulus sekolah cari kerja di kota. Kalau sekarang tidak Pak, lulus sekolah jadi petani porang, tiga tahun berjuang bertani porang, setelah tiga tahun bawa pulang mobil Pak. Jadi seperti itu,” ujar Yayok.

Beda halnya dengan Yayok, petani porang lainnya, yakni Didik Kuswandi dari Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur ini merasakan bercocok tanam porang dapat menghasilkan sebuah ekosistem yang baik dan tidak merusak lingkungan. Ia bercerita lebih dari 2.000 hektare tanaman porang mulai diberdayakan di desanya sejak tahun 1985 dan 100 persen diolah oleh warga yang tinggal di desa tersebut.

“Bagi kami petani yang berada di wilayah Madiun ini, porang bukan hanya sekedar mempunyai nilai ekonomi, tapi porang menjaga kelestarian alam kita," kata Didik.

"Di hutan ini menghasilkan komoditi yang sangat bermanfaat bagi kami petani, ada jahe, di hutan juga mulai kita pelihara lebah, yang itu ekosistem ini, karena porang ini sangat ramah lingkungan. Jadi di kebun porang kami ada lebah, banyak juga buah-buahan mulai alpukat, durian,” tambahnya.

Dengan bantuan dari pemerintah, ujar Didik, petani porang di Madiun semakin terpacu untuk bisa mengembangkan dan mengolah komoditas tersebut dengan lebih baik lagi.

“Yang kami rasakan, terkait anggaran pembiayaan, atas kerja sama dengan perbankan mulai dari BRI, BNI, petani semangatnya terpacu bagaimana menghasilkan produk porang yang sesuai dengan permintaan pasar," katanya.

Porang biasanya diolah menjadi beras, shirataki, bahan campuran pada produk kue, roti, es krim, permen, jeli, selai, dan bahan pengental pada produk sirup. Porang juga kerap diolah sebagai produk kosmetik.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya