Ngeri! Sri Mulyani: Perubahan Iklim Akan Berdampak pada 1,5 Miliar Pekerja

Rina Anggraeni, Jurnalis
Kamis 26 Agustus 2021 13:30 WIB
Sri Mulyani soal Dampak Perubahan Iklim (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dunia dihadapkan dengan tantangan perubahan iklim selain pandemi Covid-19. Menurut laporan, 1,5 miliar pekerja akan terdampak perubahan iklim,

Laporan terbaru dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyebutkan bahwa manusia dan kehidupannya sangat berpengaruh pada tantangan pengendalian perubahan iklim tersebut.

Baca Juga: Sri Mulyani: Indonesia Butuh Rp3.779 Triliun Atasi Perubahan Iklim

Sri Mulyani mengatakan, suhu bumi meningkat di atas 1,5 derajat celsius, implikasinya akan sangat luar biasa. Adapun, 1,5 miliar pekerja akan terdampak perubahan iklim.

"1,5 milar pekerja akan terpengaruh climate change dan dunia harus melakukan transisi ekonomi sustainable," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Jakarta, Kamis (26/8/2021).

Sri Mulyani menambahkan, untuk menghindari konsekuensi yang katastropik tersebut dilakukan oleh seluruh negara-negara di dunia, termasuk Indonesia, yang salah satunya melalui penandatanganan Paris Agreement.

“Setiap negara menyumbangkan National Determined Contribution atau kontribusi yang ditetapkan di setiap negara untuk mengurangi emisi CO2 atau karbondioksida,” katanya.

Saat ini, Indonesia telah menandatangani Paris Agreement dengan tekad untuk menurunkan kontribusi CO2 dengan upaya sendiri sebesar 29%. Apabila mendapatkan dukungan internasional, Indonesia akan berupaya menurunkan emisi CO2 sebesar 41%. Untuk memenuhi komitmen tersebut, Indonesia telah mewujudkannya dalam berbagai kebijakan dan regulasi.

"Dibutuhkan keuangan yang transformasi hijau sehingga bisa mengurangi emisi karbon. Karena negara di dunia ini akan mengalaminya dan tidak ada diksiriminasi," katanya.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya