JAKARTA - Inflasi yang rendah mungkin disebabkan daya beli masyarakat turun akibat PPKM di tengah pandemi Covid-19. Hal ini diakui Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Lalu bagaimana dengan fakta di lapangan? Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan beberapa fakta soal daya beli masyarakat Indonesia.
Menurut data BPS per Agustus 2021, terdapat peningkatan mobilitas keluar rumah untuk berbelanja ataupun melakukan rekreasi ke tempat wisata dan taman hiburan. Hal tersebut terlihat dari data pergerakan penduduk yang diambil dari Google Mobility.
Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto, meningkatnya mobilitas masyarakat ditopang adanya penurunan positivity rate kasus Covid-19 dan penurunan tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) di RS. Meski mengalami perbaikan namun masih di teritori negatif.
"Kemudian di Agustus kembali membaik jadi 15,0%," ujar Setianto dalam video virtual, Rabu (1/9/2021).
Baca Juga: Jokowi Khawatir Daya Beli Masyarakat Turun akibat Pembatasan
Untuk pergerakan penduduk di tempat belanja kebutuhan sehari-hari mengalami perbaikan. Di Juni meningkat 19,5%, lalu di Juni melambat jadi 12,6%, namun di Agustus kembali meningkat menjadi 15,3%.
"Demikian juga pergerakan penduduk di tempat-tempat taman, sebelumnya turun -20%, kemudian di Agustus kembali membaik turunnya jadi -15,0%," katanya.
Dia menambahkan, kebijakan PPKM Darurat Jawa-Bali yang dilakukan oleh pemerintah sejak awal Juli 2021 berdampak signifikan pada mobilitas penduduk di tempat perdagangan ritel dan rekreasi.
"Mobilitas di Juli lalu pada saat PPKM Darurat Jawa Bali ini mengalami penurunan cukup tajam yaitu -20% ," katanya.