Seperti diketahui, krisis energi yang terjadi di Inggris diperparah dengan minimnya pengemudi truk dalam industri pengangkutan.
Industri tersebut melaporkan kekurangan puluhan ribu pekerjaan pengemudi truk angkut sebagai imbas dari badai pandemi ditambah para pekerja yang telah lanjut usia, serta eksodus pekerja asing pasca-keluarnya Inggris dari Uni Eropa tahun lalu.
Pemerintah Inggris berupaya untuk memulihkan pekerjaan tersebut dengan mengeluarkan 5.000 visa darurat untuk tiga bulan bagi pengemudi truk mulai Oktober mendatang, serta 5.500 visa untuk pekerja di industri peternakan.
Adapun rencana tersebut mendapat sambutan baik dari industri jasa angkut dan peternakan.
"Itu terlalu sedikit dan sepertinya sudah terlambat," kata Presiden Konfederasi Industri Britania Raya Ruby McGregor-Smith dilansir Associated Press.
(Dani Jumadil Akhir)