Erick Thohir menyebut target itu usai pemegang saham dan manajemen membentuk 6 subholding yang ditandai dengan selesainya proses restrukturisasi melalui penandatanganan sejumlah dokumen legal (legal end-state) sejak awal September 2021 lalu.
"Kita lihat kemarin pembentukkan holding migas dan subholding itu sudah terlihat dampaknya. Ini bagian dari efisiensi fokus kepada bisnisnya, sehingga ada operational excellence karena kita punya cita-cita, perusahaan yang valuasi 100 miliar dolar AS. ini saya rasa kita tahu Pertamina sudah masuk perusahaan terbesar di dunia, kalah sudah masuk nggak ada kata menurun, paling nggak stabil atau naik," ungkapnya.
(Feby Novalius)