China Krisis Energi, Bukti Presiden Xi Jinping Tak Punya Strategi di Pembangkit Listrik?

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis
Minggu 03 Oktober 2021 17:33 WIB
China Krisis Energi (Foto: Dokumen PLN)
Share :

JAKARTA - China mengalami krisis energi. Krisis ini menyoroti kelemahan salah satu prioritas utama Presiden China Xi Jinping, yaitu keamanan sektor energi.

Keamanan energi bisa berdampak pada sistem tenaga listrik untuk tahun-tahun mendatang. Melansir Bloomberg, terdapat empat cara yang bisa diambil pemerintah China sebagai opsi menanggulangi kekacauan ekonomi ini.

Baca Juga: Darurat! Krisis Listrik di China Sangat Mengkhawatirkan

Berikut 4 opsi kebijakan yang bisa dilakukan pemerintah China untuk mengatasi krisis energi seperti dilansi Bloomberg, Jakarta, Minggu (3/10/2021).

1. Mainkan Harga

Pemicu krisis energi di China utamanya adalah ditutupnya pembangkit listrik karena kerugian besar untuk membeli batu bara. Sementara itu, permintaan terkait tenaga panas bumi di China tak pernah tumbuh sebanyak tahun ini.

Mulai bulan ini, Provinsi Hunan berencana menguji coba sistem harga terkait biaya batu bara. Sementara Guangdong telah menaikkan tarif agar insentif pasokan dapat digali lebih dalam.

Di sisi lain, negara tengah mempertimbangkan penaikan tarif terhadap pelaku industri. Ini dapat menjadi pukulan bagi para produsen.

2. Menghubungkan Seluruh Negara

China saat ini memiliki dua operator jaringan lokal, yaitu State Grid Corp. of China dan China Southern Grid Corp. Keduanya telah membangun jaringan listrik jarak jauh di seluruh negeri dengan cepat, tetapi masih banyak kekurangan yang perlu diinisiasi.

Menurut Manajer Lantau Group David Fishman, berbagai bagian negara atau bahkan beberapa dalam provinsi yang sama di China masih belum terhubung seutuhnya. Kini, masih sedikit perdagangan listrik antarprovinsi.

“Semakin banyak konektivitas yang Anda miliki, semakin Anda dapat mengalokasikan pasokan secara efisien. Jadi, ada alasan untuk lebih banyak berinvestasi di saluran tegangan ultra-tinggi dan lebih banyak saluran lokal,” jelas Fishman.


3. Peduli pada Lingkungan

Krisis ini menimbulkan banyak pendapat masyarakat tentang gagalnya konversi penggunaan energi dari bahan bakar fosil. Pasalnya, energi terbarukan pun belum terlalu matang diterapkan.

Meski tengah perlahan menghentikan penggunaan batu bara, China kini malah terpaksa berburu gas dan batu bara karena tekanan penawaran global. Sebab, investasi dalam penyimpanan energi fleksibel (pompa hidro, baterai skala besar) juga dibutuhkan dalam rencana negara menggunakan energi bersih.

“Beberapa bulan terakhir telah mengekspos kerentanan China dan banyak ekonomi lainnya terhadap harga bahan bakar fosil, dan memperkuat kontra untuk beralih ke sumber energi nol-karbon,” kata Lauri Myllyvirta, analis utama di Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih.

 

4. Stabilkan Persediaan

Salah satu cara menutupi kekurangan ini, yaitu meniru keberhasilan pencadangan minyak strategis dengan membangun dan mengisi fasilitas penyimpanan batu bara milik negara di seluruh negeri.

Cara ini pun akan memberikan backstop kebutuhan di masa mendatang. Tak cuma itu, membeli untuk mengisi persediaan juga dapat membantu penambang.

Rencana untuk program semacam ini telah berjalan di China. Pemerintah negara itu telah membuat janji untuk memperkuat kapasitas cadangan batu bara. Juni lalu, pemerintah mengaku akan meningkatkan stok batu bara menjadi 600 juta ton, 15% dari konsumsi tahunan negara.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya