Saat ini, Pupuk Kaltim didukung lima dermaga, dengan kapasitas penyimpanan sebesar 315 ribu ton untuk urea bulk storage dan amoniak 92 ribu ton.
Berbagai langkah pengelolaan pelabuhan berwawasan lingkungan juga dilaksanakan Pupuk Kaltim secara kontinu serta melalui asesmen untuk mengukur tingkat pencapaian implementasi green port di seluruh area Tersus Pupuk Kaltim.
"Pupuk Kaltim juga memiliki port reception facilities untuk pengelolaan limbah sampah dari kapal, serta pohon pelindung tanaman yang dapat mereduksi kebisingan dengan kualitas udara ambient yang sesuai baku mutu," kata Qomaruzzaman.
Strategi penunjang lainnya, Pupuk Kaltim menerapkan aplikasi iPortLog, untuk melakukan monitoring proses pengapalan secara online dan realtime, yang sekaligus mempercepat proses bisnis di pelabuhan.
"Dengan memperkuat inovasi teknologi, secara tidak langsung turut mendorong produktivitas perusahaan dan nilai tambah produk. Hal ini jelas berdampak positif terhadap pencapaian target dan potensi pasar secara nyata," tambah Qomaruzzaman.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)