Selain pendapatan, meningkatnya laba bersih Saranacentral berkat kemampuan perseroan menekan sejumlah beban kerugian. Kerugian dari selisih kurs mata uang asing bersih menurun 83,79% menjadi Rp6,10 miliar dari sebelumnya kerugian yang ditanggung mencapai Rp37,62 miliar.
Beban bunga dan keuangan juga tercatat sebanyak Rp12,12 miliar, berhasil ditekan 5,16% dari sebelumnya Rp12,78 miliar. Selanjutnya, total aset Saranacentral pada akhir September 2021 berjumlah Rp861,07 miliar yang terdiri atas aset lancar Rp674,81 miliar dan aset tidak lancar Rp186,25 miliar.
Kinerja positif juga terlihat pada segmen total utang yang menurun 3,07% menjadi Rp613,15 miliar pada akhir September 2021 dari Rp632,58 miliar pada Desember 2020. Pada akhir tahun ini, Saranacentral menargetkan lonjakan laba bersih lebih dari 200% menjadi Rp200 miliar.
Bahkan, pada awal semester pertama 2021, perseroan telah membukukan laba bersih sebanyak Rp100 miliar, melampaui target awal perseroan yakni Rp80 miliar.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)