JAKARTA - Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan komitmen Indonesia dalam permasalahan sampah plastik di laut. Pada diskusi panel Even COL-26 UNFCC di Glasgow Skotlandia, Luhut menilai pentingnya pengelolaan sampah dan polusi plastik.
“Polusi plastik adalah masalah yang sangat memengaruhi bangsa kita. Kami tidak akan membiarkan krisis yang membayangi ini berlanjut. Sebaliknya, kami mengambil tindakan tegas dan berani di setiap tingkat dan lintas sektor di Indonesia untuk melakukan transformasi yang diperlukan untuk mencapai polusi plastik yang mendekati nol di Indonesia,” Ujar Menko Luhut pada pidatonya di Glasglow, Dikutip Rabu (3/11/2021).
Baca Juga: Geram Banyak Sampah Plastik, Susi Pudjiastuti: Yang Buang Sampah ke Laut Ditenggelamkan!
Menko Luhut menururkan Pada tahun 2018, pemerintah Indonesia telah meluncurkan Peraturan Presiden tentang Penanganan Sampah Plastik Laut yang disertai dengan Rencana Aksi Penanganan Sampah Plastik Laut 2018-2025.
“Peraturan Presiden tersebut telah menempatkan perjuangan melawan polusi plastik menjadi prioritas dalam agenda nasional, sehingga mendorong terciptanya lingkungan yang kita butuhkan sebagai pembuat kebijakan untuk mewujudkan visi ambisius ini,” terangnya.
Baca Juga: Bank Sampah Bisa Jadi Solusi Ubah Perilaku Masyarakat
Menko Luhut menyebutkan dalam mewujudkan Rencana Aksi tersebut, dia menjabarkan bahwa pemerintah sudah mulai mengintegrasikan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir dan menekankan pada ekonomi sirkular yang menempatkan peran masyarakat, pengusaha kecil, dan sektor informal sebagai aktor utama.