JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta para pelaku usaha dan investor agar dapat memanfaatkan momentum yang baik ini dengan adanya pengendalian Covid-19.
Hal ini dilakukan seiring mendorong agar investasi bisa tumbuh sehingga juga membawa dampak baik yaitu penciptaan lapangan kerja.
“Pemerintah juga terus menggenjot industri berbasis ekspor sehingga kita bisa memperoleh devisa,” ujar Menko Airlangga dalam video virtual, Senin (22/11/2021).
Baca Juga: Ekonomi RI Ditarget Tumbuh 6% pada Kuartal IV-2021, Menko Airlangga: Tidak Terlalu Tinggi
Pengendalian kasus Covid-19 yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi membuat Pemerintah tetap waspada dan bersiap, apalagi dalam jangka pendek akan ada libur Natal dan Tahun Baru.
"Pada bulan Februari dan Maret tahun 2021 tahun lalu, libur Natal dan Tahun Baru berdampak pada kenaikan Covid-19. Meski kondisi tahun ini berbeda karena masyarakat telah menerima vaksinasi yaitu 64% dosis ke-1 dan di 42% dosis ke-2," katanya.
Baca Juga: Ekonomi Global Dihantui Ketidakpastian, dari Tapering hingga Krisis Energi
Dia menambahkan bahwa masyarakat harus tetap waspada hingga Covid-19 dinyatakan berakhir oleh WHO, karena masih terjadi gelombang ke-3 dan ke-4 di negara-negara lain yang sudah mendapatkan vaksin dua kali.
“Pemerintah berharap, ke depan, tidak hanya masyarakat yang sehat, tetapi juga ekonominya sehat,” bebernya.
Strategi penanganan Covid-19 dari hulu ke hilir yang diterapkan Indonesia dengan menggunakan strategi “Gas dan Rem” dinilai efektif menurunkan kasus aktif, kematian, dan effective reproduction number (Rt) hingga di bawah 1.
"Strategi ini sekaligus dapat mendukung pertumbuhan ekonomi tetap berada di jalur yang positif yaitu mencapai 3,51% (yoy) pada triwulan III tahun 2021," tandasnya.
(Taufik Fajar)