JAKARTA – Seruan Boikot JNE buat heboh di media sosial. Hal itu karena telah beredar pamflet online lowongan pekerjaan kurir JNE yang mengandung isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).
Lowongan kerja tersebut dibuka oleh JNE cabang Tamiang, Kalimantan Selatan. Menanggapi hal itu, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) angkat bicara.
Berikut fakta menarik Boikot JNE, dan penjelasan manajemen yang dirangkum Okezone, Sabtu (11/12/2021).
1. Cabang JNE SARA Dicabut
Viral lowongan kerja kurir JNE yang mewajibkan calon pelamar beragama Islam. Lowongan kerja tersebut menuai komentar dari netizen dan berujung tagar boikot JNE.
Baca Juga: JNE PHK Pegawai dan Putus Hubungan Mitra Usai Lowongan Kerja Kurir Wajib Agama Islam
Lowongan kerja itu sebelumnya dibuka oleh JNE cabang Tamiang, Kalimantan Selatan yang dikelola CV Bangun Banua Lestari. Menanggapi viralnya lowongan kerja tersebut, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menegaskan akan memutus kontrak dengan CV tersebut.
2. Pelanggaran SOP Perusahaan
VP of Marketing JNE Eri Palgunadi mengatakan kejadian ini merupakan pelanggaran terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dan nilai-nilai perusahaan yang menghargai keberagaman dan perbedaan.
Baca Juga: Seruan Boikot JNE Gegara Iklan Lowongan Kerja Mengandung SARA, Ini Penjelasan Manajemen
“Ya itu sebenarnya di luar pelanggaran SOP yang sudah ditetapkan perusahaan kami, karena itu kemarin sudah kami tangani dan untuk manajemen JNE secara tegas memberikan sanksi pemutusan hubungan kerja sama dengan pihak mitra dan kepada oknum karyawan yang terkait dengan kasus ini akan dilakukan pemutusan hubungan kerja,” kata VP of Marketing JNE Eri Palgunadi saat dihubungi MNC Portal Indonesia.
3. Menjunjung Tinggi Toleransi
Eri menegaskan, JNE hadir di Indonesia selama 31 tahun menjunjung tinggi nilai toleransi.
“Oleh karena itu, kami sangat memegang teguh nilai-nilai perusahaan yang mengutamakan toleransi dan saling menghormati serta menghargai setiap perbedaan,” ujarnya.
4. Realisasi Toleransi di Perusahaan
Nilai-nilai perbedaan menurut Eri sering direalisasikan dalam lingkungan perusahaan dari berbagai aspek pada aktivitas karyawan JNE.
“Jadi enggak ada kita menyudutkan, untuk kegiatan keagamaan karyawan, apresiasi perjalanan ibadah bagi karyawan dengan masa kerja 10 tahun (Umrah, Holy Land, dan lain-lain), pengiriman gratis Al-Quran dan Alkitab bersama Kang Maman Suherman ke berbagai taman bacaan, santunan ke berbagai panti asuhan Muslim, Kristiani, Hindu dan Budha, serta content regular Ibadah Jumat dan Minggu di sosmed,” katanya.
5. Pernah Terjadi di Tahun Lalu
Ternyata tagar Boikot JNE juga pernah menjadi trending topic di Twitter pada Sabtu 12 Desember 2020. Netizen ramai-ramai menyerukan gerakan untuk berhenti menggunakan jasa JNE.
Tagar ini bermula dari postingan ucapan ulang tahun yang ke-30 untuk JNE dari Ustadz Haikal Hassan. Hal tersebut berbuntut panjang, hingga muncul dugaan bahwa JNE berafiliasi dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) tertentu.
(Taufik Fajar)