JAKARTA - Saham PT Avia Avian Tbk (AVIA) senilai Rp469,4 miliar diborong Pemerintah Singapura (Government of Singapore/GOS) bersama Monetary Authority of Singapore (MAS) melalui GIC Pte Ltd dan Archipelago Investment Pte Ltd. Di mana Singapura membeli sebanyak 504,81 juta saham Avian pada harga Rp 930 per saham.
“Tujuan dari transaksi ini untuk investasi,” ungkap Senior Vice President GIC Loh Sze Ling, dikutip dari Harian Neraca, di Jakarta, Selasa (21/12/2021).
Baca Juga: Duh! Mejeng di Bursa, Saham Avian (AVIA) Justru Drop Hampir 7%
Transaksi ini membuat Singapura memiliki sebanyak 4,4 miliar saham Avian atau setara 7,11%. Adapun status kepemilikan saham adalah tidak langsung. Avian baru-baru ini resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Perusahaan cat tersebut berhasil meraih dana Rp10,95 triliun atau sekitar USD771 juta, yang berasal dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dan private placement (penawaran terbatas).
Sementara itu, Presiden Direktur Avia Avian Wijono Tanoko menjelaskan, Avian berhasil menawarkan saham dengan harga bata atas sebesar Rp930, sehingga berhasil meraih dana Rp10,95 triliun.
Baca Juga: Avia Avian (AVIA) IPO Hari Ini, Intip Profilnya
“Pendaftaran ini merupakan IPO terbesar yang pernah ada di Asia untuk sektor cat. IPO ini juga merupakan kedua terbesar untuk sektor cat secara global dan IPO ketiga terbesar di Indonesia sejak 2008," kata dia.
IPO Avian juga mendapat dukungan yang kuat dari investor institusi domestik dan asing maupun investor ritel. Berbagai investor ternama dari investor jangka panjang global, sovereign wealth fund, hingga investor domestik cukup meminati saham Avian.
Adapun total dana Rp10,95 triliun tersebut berasal dari penggalangan dana melalui IPO sebesar Rp5,76 triliun atau US$ 400 juta. Dalam IPO tersebut, perseroan melepas 6,2 miliar saham ke publik atau sekitar 10% dari modal perseroan setelah IPO.
Menurut Wijono, IPO ini adalah tonggak pencapaian yang penting bagi karyawan, pelanggan, pemasok, dan seluruh mitra Avian Brands. "Dukungan luar biasa yang diterima atas IPO ini merupakan realisasi dari visi Soetikno Tanoko yang mendirikan Avian pada 1978," jelas dia
Sementara itu, Wakil Presiden Direktur Avian Ruslan Tanoko mengungkapkan bahwa di bawah kepemimpinan Wijono Tanoko dan Hermanto Tanoko, Avian telah mengukuhkan posisi dan keunggulannya dalam industri cat dekoratif di Indonesia. Manajemen dan mitra GIC juga mempercepat transformasi Avian Brands menjadi perusahaan yang cekatan, berfokus pada pelanggan, dan mampu menawarkan produk inovatif berkualitas kepada masyarakat Indonesia.
(Feby Novalius)