JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi lonjakan mobilitas di masa Libur Natal dan Tahun Baru 2021/2022 terjadi pada tanggal 23 dan 24 Desember 2021.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah menyiapkan sejumlah skenario penanganan yang telah disiapkan untuk mengendalikan arus lalu lintas agar transpotasi dapat berjalan dengan baik di masa Libur Natar dan Tahun Baru 2021/2022.
Baca Juga: Cerita di Balik Permen Tongkat hingga Kaus Kaki Saat Perayaan Natal, Unik Banget Loh
“Untuk lonjakan mobilitas yang diperkirakan terjadi pada tanggal 23 dan 24 Desember 2021, diharapkan sejumlah skenario penanganan yang telah disiapkan untuk mengendalikan lalu lintas, bisa berjalan dengan baik,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kamis (23/12/2021).
Dalam melakukan pengendalian mobilitas di lapangan, ada tiga instruksi dari Presiden RI Joko Widodo yaitu pertama, lakukan penanganan secara humanis. Kedua, kolaborasi dan koordinasi secara intensif. Dan yang ketiga adalah pro aktif.
Baca Juga: Okupansi Hotel di Malang Melonjak 60 Persen, Ada Beberapa WNA Masuk
“Adapun upaya pro aktif yang dilakukan misalnya seperti penyediaan fasilitas vaksin dan antigen, pengetesan secara acak (random tes), dan menyiapkan tindakan darurat lainnya apabila terjadi hal di luar dugaan. Di rest area agar prokes benar-benar dijaga agar tidak terjadi penularan, karena banyak orang yang membuka maskernya saat di rest area,” tuturnya.
Selanjutnya, Menhub Budi Karya mengingatkan terdapat dua hal yang harus diantisipasi dalam penanganan mobilitas di sektor darat. Yaitu, penerapan prokes di rest area dan penyediaan vaksinasi.
Korlantas dan Ditlantas Polda Jabar telah menyiapkan sejumlah skenario manajemen rekayasa lalu lintas, untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas, yang akan diterapkan secara situasional.
Skenario tersebut diantaranya yaitu penerapan one way, pengalihan arus lalin, contra flow, sistem buka tutup, penutupan rest area, dan lain sebagainya.
Sebagai catatan, turut hadir dalam peninjauan teersebut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
(Kurniasih Miftakhul Jannah)