SOS Children's Villages dan Allianz Indonesia Berkolaborasi Asah Potensi Remaja untuk Jadi Wirausahawan

Agustina Wulandari , Jurnalis
Selasa 28 Desember 2021 17:10 WIB
SOS Children's Village berkolaborasi dengan Allianz Indonesia melalui program We Are The Future. (Foto: Dok.SOS Children's Village)
Share :

SEMARANG – Selaras dengan komitmen dalam mendukung pendidikan berkualitas dan lapangan kerja yang layak bagi anak muda, Allianz Indonesia bersama SOS Children’s Villages Indonesia menyelenggarakan program “We Are The Future 2021”. Program tersebut bertujuan untuk memberi dukungan pendidikan dan pelatihan demi mengurangi pengangguran anak muda sehingga mereka mampu berdiri sendiri, memiliki kemampuan untuk bekerja dan mendapatkan kehidupan yang layak di masa depan.

Program ini telah dimulai sejak 2020 dan pertama kali diinisiasi bagi anak muda di SOS Children’s Village Semarang untuk mengembangkan kapasitas remaja dan mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja. Pada tahun pertama, terdapat total 63 sukarelawan dari Allianz Indonesia, termasuk ekspatriat, yang turut berpartisipasi mengajar kelas Bahasa Inggris dan kelas ketahanan diri untuk 126 remaja setiap minggunya.

Baca Juga: 3 Guru Berhasil Jadi Pengusaha Sukses, Ada yang Untung Miliaran Rupiah Per Bulan!

Melanjutkan pada 2021, program “We Are The Future” menyasar remaja tingkat SMA/SMK untuk diberikan pelatihan program kewirausahaan dan business management. Para remaja diajarkan mengenai bagaimana memulai dan menjalankan usaha sekaligus didampingi langsung oleh profesional dan sukarelawan dari Allianz Indonesia. Program yang dimulai pada April 2021 ini telah diikuti oleh 6 kelompok usaha yang terdiri dari 23 remaja dari SOS Children’s Villages Semarang dan komunitas dampingan.

SOS Children’s Villages Indonesia sendiri merupakan organisasi yang fokus pada pengasuhan alternatif berbasis keluarga dan penguatan keluarga rentan, yang memiliki komitmen untuk aktif menyuarakan pemenuhan hak- hak anak Indonesia. Selama 49 tahun berdiri di Indonesia, SOS Children’s Villages memastikan anak-anak yang dibesarkan dengan pengasuhan berbasis keluarga dan didampingi mendapatkan pendidikan dan peningkatan kapasitas yang mereka butuhkan.

Dengan total 940 anak yang kehilangan pengasuhan orang tua dibesarkan di delapan lokasi SOS Children’s Villages di Indonesia. Selain itu, SOS juga memiliki program penguatan keluarga bagi keluarga rentan di 10 kota di Indonesia.

“Pandemi Covid-19 memberi dampak besar pada model-model usaha khususnya kecil, menengah dan start-up. Namun, situasi ini dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk berkembang. Melihat potensi ini, kami mengajak dan mendukung para anak muda di SOS Chidren’s Villages untuk dapat meningkatkan kapasitas mereka demi memanfaatkan peluang usaha tersebut,” ujar Arini Bachtiar, Head of Corporate Events and CSR, Allianz Life Indonesia.

Ia mengungkapkan, tahun ini menandai lima tahun kolaborasi Allianz Indonesia dan SOS Children’s Villages untuk mendukung pengembangan diri kaum remaja. "Kami berharap kerja sama ini dapat memberi dampak luas tidak hanya untuk masa depan anak-anak muda tetapi juga lingkungan di sekitar mereka,” tuturnya.

Enam jenis usaha yang terbentuk yaitu, Vems Thrift Store yang didirikan oleh empat remaja putri dan menjual baju thrift pilihan dengan harga yang terjangkau dan kualitas terjamin. Kedua, ada Resik yang didirikan oleh tiga remaja putra. Resik memproduksi dan menjual sabun cuci untuk piring dan pakaian yang 90 persen ramah lingkungan.

Ketiga, ada Ngepotz didirikan oleh empat remaja putri yang memproduksi dan menjual es krim pot yang menyasar pasar anak muda. Keempat, ada Yaminki yang didirikan oleh enam remaja putri yang memproduksi dan menjual mie yamin yang terjangkau, lezat dan porsi yang pas dan menyasar pasar masyarakat luas.

Kelima, ada NSB Store yang menjual baju thrift pilihan dengan model terkini dan kualitas pilihan yang didirikan oleh tiga remaja putra. Terakhir, ada Es Kul-Kul yang didirikan oleh dua remaja putri dan satu remaja putra yang memproduksi dan menjual es krim stik dan dipasarkan di sekitar SOS Children’s Villages Semarang.

Pada tahap awal, para remaja di setiap kelompok usaha diberikan modal pendanaan sebesar Rp3.000.000 hingga Rp4.000.000 serta diberikan pelatihan dan pendampingan usaha. Di akhir program, Kompetisi Perintisan Usaha Remaja diadakan untuk memotivasi mereka dalam mengembangkan bisnisnya lebih jauh lagi dengan hadiah uang tunai yang dapat digunakan sebagai tambahan modal untuk pengembangan usaha di masa depan.

Ardik Setiawan selaku Village Director SOS Children’s Village Semarang menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi Allianz Indonesia yang telah berkomitmen membantu para remaja mempersiapkan kemandirian. Dari April 2021 hingga hari ini dirinya melihat langsung semangat anak-anak dalam merintis usaha.

"Mereka tidak hanya berfokus pada hasil, tapi mereka juga fokus dalam menjalani proses berwirausaha yang sesungguhnya. Saya berharap setelah ini mereka dapat terus mengasah kemampuan bisnis dan apa yang sudah dipelajari dapat berguna bagi masa depan mereka,” ujarnya.

Foto: SOS Children's Village


Penjurian final Kompetisi Perintisan Usaha Remaja diselenggarakan di penghujung 2021, di mana kelompok usaha yang sudah berdiri dinilai berdasarkan aspek manajemen sumber daya manusia, pemasaran dan penjualan serta pengelolaan keuangan. Bertindak sebagai juri pada Kompetisi Perintisan Usaha Remaja yaitu Chief Operating Officer Allianz Utama Indonesia Yuriske Patricia, Head of Sharia Bancassurance Allianz Life Indonesia Zeni Rohayati, dan Trainer Allianz Sales Academy Allianz Life Indonesia Muhammad Arif Surana.

Juara pertama pada Kompetisi Perintisan Usaha Remaja “We Are The Future 2021” jatuh kepada kelompok usaha Yaminki. Lalu, diikuti oleh kelompok usaha Vems dan NSB Store sebagai juara kedua dan ketiga.

Total hadiah uang tunai sebesar Rp5.000.000 diberikan kepada ketiga kelompok usaha yang menang dan akan digunakan untuk membantu mengembangkan usaha yang telah digeluti. Selain itu, kelompok usaha lainnya turut mendapatkan apresiasi hadiah voucher sebagai penyemangat untuk terus merintis usaha.

Menanggapi kompetisi ini, Gregor Hadi Nitihardjo selaku National Director SOS Children’s Villages menyatakan, program "We Are the Future" tidak hanya berupa pelatihan, tapi juga membentuk karakter, menguatkan remaja sehingga dapat terus bertahan meraih masa depan yang cerah. Dengan adanya Kompetisi Perintisan Usaha Remaja ini pihaknya yakin para remaja akan lebih terlatih dalam berproses dan membentuk mental wirausahawan yang tidak takut jatuh bangun dalam mendirikan bisnis.

"Kami sangat bersyukur atas kerja sama yang telah dan akan terlaksana, anak muda kami bisa mendapatkan bekal yang berguna dan mitra kami terlibat secara nyata pada penurunan angka pengangguran anak muda,” ucapnya.

Tidak selesai di sini, kolaborasi Allianz Indonesia dan SOS Children’s Villages Indonesia akan dilanjutkan pada 2022 melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan demi mengurangi pengangguran anak muda dan membantu mereka menjamin masa depan yang cerah.

CM

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya