JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking Rumah Sakit (RS) Internasional Bali atau Bali International Hospital.
“Dan dengan mengucap bismillahirohmanirohim pagi hari ini peletakan batu pertama, groundbreaking Bali International Hospital saya nyatakan dimulai,” katanya, Senin (27/12/2021).
Berikut fakta fakta RI punya RS Internasional di bali yang dirangkum di Jakarta, Minggu (2/1/2022).
1. Jadi Destinasi Wisata Kesehatan
Dia mengapresiasi dan menghargai pembangunan RS ini. Dia berharap pada pertengahan 2023 RS ini telah selesai dibangun.
Selain itu dengan selesai dibangunnya RS ini, Jokowi ingin masyarakat tak lagi ke luar negeri untuk berobat. Bahkan bisa menjadi destinasi wisata kesehatan.
Baca Juga: Groundbreaking RS Internasional Bali, Jokowi: Akan Jadi Destinasi Wisata Kesehatan
“Setelah selesainya rumah sakit Bali International Hospital ini benar-benar semuanya tidak ada yang pergi ke luar. Semuanya ke Bali. Bali akan menjadi tempat destinasi wisata kesehatan. Ini akan menaikkan, meningkatkan wisata orang ke Pulau Bali,” ucapnya.
2. Berharap WNA Berobat ke Indonesia
Tidak hanya itu, Jokowi berharap warga negara asing (WNA) juga datang ke Indonesia untuk berobat di RS Bali Internasional.
Baca Juga: Setelah Bali, Erick Thohir Ingin Bangun RS Internasional di Daerah Lain
“Kita harapkan tidak orang kita yang keluar tapi orang luar yang nanti akan masuk ke Indonesia untuk mendapatkan pelayanan kesehatannya karena ini ada kerjasama antara kita dan Mayo Klinik yang sudah sangat terkenal itu,” tuturnya.
3. Dua Fungsi Utama
Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan bahwa ada dua fungsi utama Bali International Hospital. Keduanya adalah kawasan pariwisata kesehatan di Sanur Bali dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan investor di Indonesia.
Menurutnya rumah sakit (RS) BUMN bertaraf internasional tersebut, selain membantu Bali untuk mempunyai pariwisata baru di sektor kesehatan, RS juga diharapkan bisa mendukung pelayanan kesehatan bagi para investor yang pekerja di Indonesia.
"Karena investasi itu artinya juga mereka ingin memastikan kesehatan mereka terjamin, standar kesehatan internasional untuk pekerjanya ataupun para profesional yang ada di Indonesia. Karena itu penting sekali platform kesehatan ini kita bangun di Bali, Bapak," ujar Erick.