Sementara Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia Uriep Budhi Prasetyo memaparkan, generasi milenial dan gen-Z menjadi salah satu alasan maraknya pengembangan serta proses digitalisasi di pasar modal selama beberapa waktu terakhir.
Pasalnya, peran platform financial technology (fintech) semakin penting untuk investasi di pasar modal. Berdasarkan data KSEI, lebih dari 73,99% investor memiliki rekening investasi di selling agent fintech.
Jumlah volume transaksi subscription oleh selling agent fintech mendominasi transaksi reksa dana dengan peningkatan sebesar 125 % dari 8,08 juta pada tahun 2020 menjadi 18,23 juta per 28 Desember 2021.
"Untuk kedepannya, pertumbuhan investor akan ditopang oleh bonus demografi Indonesia pada usia yang produktif," kata dia.
(Taufik Fajar)