JAKARTA - Penggunaan dan pemberian subsidi LPG 3 kilogram (kg) tidak tepat sasaran. Padahal LPG 3 kg hanya untuk orang miskin. Namun nyatanya masih dinikmati orang kaya.
"Berdasarkan data yang pernah saya terima dari BKF (Badan Kebijakan Fiskal), 65% pengguna LPG 3 kg ini tidak tepat sasaran," ujar Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan kepada MNC Portal Indonesia, Jakarta, Selasa (4/1/2022).
Baca Juga: Bye Orang Kaya! Gas Elpiji 3 Kg Hanya Diperuntukkan bagi Pemilik Kartu Sembako
Fenomena ini terjadi karena pemerintah tidak pernah melarang kelompok masyarakat mampu untuk membeli gas melon. Siapapun masih bisa menggunakan LPG subsidi ini, hanya ada imbauan bahwa LPG ini untuk orang miskin.
"Oleh karena itu, kuota subsidi LPG 3 kg ini tiap tahun selalu jebol dan DPR menambah kuota LPG 3 kg ini," katanya.
Untuk itu, skema penyaluran LPG 3 kg perlu diubah agar penyalurannya lebih tepat sasaran. Menurut Mamit, subsidi bisa diberikan langsung ke orang, bukan lagi ke barang. Namun sebelum itu, pemerintah harus memiliki data orang miskin di Indonesia yang tersinkronisasi natar lembaga atau kementerian.
"Kelemahan kita ini data. Data dari Kemensos beda dengan TNP2K, beda dengan BPS, jadi harus disinkronkan," katanya.
Setelah data tersinkron, barulah pemerintah bisa menggunakan mekanisme distribusi tertutup dengan menggunakan kartu-kartu bantuan yang sudah berjalan atau menggunakan biometrik saat pengambilan LPG 3 kg.
"Memang, ada investasi tambaha sampai ke tingkat pangkalan atau agen. Tapi, ini bisa membantu subsidi supaya tepat sasaran," ujarnya.
(Dani Jumadil Akhir)