Tegas! Erick Thohir Ancam Copot Direksi PLN jika Kembali Krisis Batu Bara

Suparjo Ramalan, Jurnalis
Jum'at 07 Januari 2022 10:53 WIB
Batu Bara (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir tidak ingin lagi terjadi krisis batu bara. Perombakan direksi PLN sudah dilakukan. Namun, Erick mengancam akan kembali mencopot direksi PLN jika kembali krisis batu bara.

Menurut Erick, PLN seharusnua memiliki roadmap atau peta jalan besar perihal sumber daya energi primer berdasarkan kebutuhan. Termasuk mengantisipasi perubahan iklim yang dipandang berdampak pada pasokan batu bara.

"Jadi langkah-langkah itu harus dilakukan oleh PLN. Dan ada perombakan lain yang juga harus kita lakukan, kita harus punya roadmap besar dengan kebutuhan kita, termasuk antisipasi cuaca dan lain-lain. Kita sudah ingatkan, kalau terjadi lagi harus ada perbaikan (pencopotan)," ujar Erick, Jumat (7/1/2022).


Baca Juga: Ini Daerah dengan Cadangan Batu Bara Terbesar di RI

Erick merasa aneh saat PLN defisit pasokan batu bara. Padahal, Indonesia merupakan produsen batu bara terbesar ketiga di dunia. Namun, Erick mengakui ada kesalahan manajerial. Salah satunya, perihal harga batu bara wajib pasok atau Domestic Market Obligation (DMO).

Memang, terjadi disparitas harga DMO untuk PLN dan harga ekspor batu bara ke luar negeri. Artinya, produsen batu bara memilih mengekspor energi primer itu karena nilainya jauh lebih tinggi dibandingkan harus di supply ke PLN.

"Indonesia ini negara yang memproduksi batu bara, kalau terjadi krisis kan aneh, ada yang salah. Hong Kong dan beberapa negara saja yang tidak banyak batu bara saja mereka tidak krisis. Artinya apa? Ada yang harus diperbaiki, salah satunya waktu itu rapat jelas bahwa PLN harus membuat kontrak jangka panjang, toh sudah ada harga DMO-nya. Dan harga DMO itu kalau bisa nanti harganya di bawah harga DMO, kan tinggal direvisi setiap tahun," ungkap dia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya