JAKARTA – Ketua Komisi XI DPR RI meminta orang terkaya versi Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk duduk di depan saat rapat. Rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI ini dihadiri Sri Mulyani dengan jajaran pimpinan unit eselon I Kementerian Keuangan.
Sementara, Sri Mulyani optimis bakal bisa melunasi utang negara sebesar Rp6.713 triliun asal realisasi belanja negara. Selain itu, adanya Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) hingga orang terkaya Indonesia versi dirinya berharta Rp11.000 triliun.
Berikut fakta-faktanya seperti yang telah dirangkum Okezone, Jakarta, Sabtu (22/1/2022).
1. Ketua Komisi XI DPR Minta Ganti Posisi Duduk
Dalam rapat kerja ketika Sri Mulyani sedang menjelaskan paparan, tiba-tiba pimpinan rapat yakni Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto meminta orang terkaya berharta Rp11.000 triliun yakni Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban yang duduk tepat di belakang Sri untuk duduk di depan.
"Sebentar bu (Menkeu), itu Dirjen Kekayaan Negara kalau bisa di depan bu jangan di belakang (duduknya)," ujar Dito, Rabu (19/1/2022).
Menurut dia, sebagai orang terkaya di Indonesia versi Sri, tak seharusnya Rionald duduk di belakang, justru harusnya sejajar dengan dirjen lainnya.
2. Respon Sri Mulyani
Momen ini pun direspon Sri dengan gelak tawa.
"Dia (Rionald) pengin di situ supaya bisa kelihatan di Zoom pak, karena kan di sini (samping Dirjen Anggaran) nggak kelihatan. Supaya bisa dilihat pak, kalau di sana nggak bisa dilihat karena di belakang kamera pak. Dia sangat strategis dan calculated. Pak Rio emang begitu pak," jelas Sri sambil tertawa yang disambut tawa oleh seisi ruang rapat.
3. Punya Orang Terkaya Rp11.000 triliun
Menteri Keuangan Sri Mulyani yakin utang pemerintah yang mencapai Rp6.000 triliun bisa dibayar dan dilunasi.
Dia menyebut ada 'orang terkaya' se-Indonesia yang mengurus aset-aset senilai triliunan rupiah, yakni Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban. Dirinya mengurus Rp11.098,67 triliun aset-aset Indonesia yang telah meningkat 6,02% dari tahun 2019.
"Kenaikan nilai aset negara kita lebih dari Rp4.000 triliun, ini adalah sisi neraca yang tidak dibahas karena yang sering dilihat adalah sumbernya penerimaan," ujar Rionald Silaban.
4. Gelora Bung Karno (GBK) Rp347 Triliun
Tak hanya itu, Indonesia punya aset dengan nilai tertinggi dari aset yang lain, yaitu Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) yang bernilai Rp347 triliun. Nilai ini diketahui lewat proses revaluasi dan menjadi 3,3% dari total aset yang dimiliki pemerintah.
Akibat lokasi strategis yang dimiliki kompleks GBK, Direktur Barang Milik Negara (BMN) DJKN Kemenkeu, Encep Sudarwan merinci, nilai aset tanah kompleks ini berjumlah Rp345 triliun dan sisanya merupakan nilai bangunan.
(Taufik Fajar)