Harga Minyak Dunia Tinggalkan Level USD90 karena Ketegangan Rusia

Antara, Jurnalis
Jum'at 28 Januari 2022 06:16 WIB
Harga minyak dunia turun (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga minyak mentah Brent sempat mencapai level tertinggi tujuh tahun di atas USD90 per barel karena pasar menyeimbangkan kekhawatiran tentang ketatnya pasokan di seluruh dunia dengan ekspektasi Federal Reserve AS akan segera memperketat kebijakan moneter.

Patokan global, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret terpangkas 62 sen menjadi menetap di USD89,34 per barel. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret ditutup 74 sen lebih rendah pada USD86,61 per barel.

Kedua kontrak acuan minyak mentah diperdagangkan dalam sesi yang bergejolak dengan kedua kontrak bergerak antara wilayah positif dan negatif.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Tembus USD90, Pertama Kalinya Sejak 2014

Harga minyak telah melonjak pada Rabu (26/1/2022), dengan Brent naik di atas USD90 per barel untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun di tengah ketegangan antara Rusia dan Barat. Ancaman terhadap Uni Emirat Arab dari gerakan Houthi Yaman telah menambah kegelisahan pasar minyak.

Rusia, produsen minyak terbesar kedua di dunia, dan Barat telah berselisih mengenai Ukraina, memicu kekhawatiran bahwa pasokan energi ke Eropa dapat terganggu, meskipun kekhawatiran difokuskan pada pasokan gas daripada minyak mentah.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Imbas Kenaikan Stok AS

Rusia mengatakan jelas bahwa Amerika Serikat tidak bersedia untuk mengatasi masalah keamanan utama Moskow dalam kebuntuan mereka atas Ukraina, tetapi tetap membuka pintu untuk dialog.

Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Politik Victoria Nuland mengatakan AS berharap Rusia akan mempelajari apa yang telah ditawarkan Washington dan kembali ke meja perundingan.

"Pasar sangat tidak menentu di tengah berita utama tentang situasi Rusia-Ukraina," kata Analis Senior Price Futures Group, Phil Flynn. "Ada ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi."

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya