JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bakal lebih berhati-hati dalam menerbitkan surat berharga negara (SBN) valas. Sebab, penerbitan SBN valas di level global pada 2022 akan mempertimbangkan kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, terutama terkait dengan rencana kenaikan suku bunga acuan.
"Ini yang akan mempengaruhi waktu dan jumlah penerbitan SBN kita dan ini masuk di dalam keseluruhan kerja serta kinerja yang akan kami lihat untuk pengelolaan utang tahun ini," kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Rabu (2/2/2022).
Baca Juga: Jangan Lupa Ya! Sri Mulyani Ingatkan Tax Amnesty Jilid II Hanya Sampai 30 Juni 2022
Dengan demikian, penerbitan SBN valas tahun ini akan dilakukan secara kombinasi baik dengan denominasi dolar AS, euro, maupun yen Jepang.
Dia pun menegaskan akan terus melakukan kalibrasi mengenai optimalisasi dari komposisi mata uang asing dibanding domestik, sembari melihat perkembangan kondisi pasar untuk menentukan waktu maupun besaran yang tepat dalam penerbitan SBN.
Baca Juga: Sri Mulyani Pede Ekonomi RI Tumbuh Tinggi meski Ada Omicron
Meski begitu, rencana penerbitan SBN dengan denominasi valas akan tetap dilihat pada keseluruhan 2022, baik di triwulan I, II, III, maupun IV.
"Waktunya akan sangat ditentukan oleh kondisi pasar dan tentu dari sisi kebutuhan pembiayaan kami sendiri, serta kondisi kas negara," tambahnya.