JAKARTA - OVO (PT Visionet Internasional) menegaskan bahwa “OVO Investasi Reksadana” tidak memiliki kaitan sama sekali dengan OVO. Dompet digital OVO juga menekankan OVO Investasi Reksadana tidak berkaitan engan seluruh perusahaan yang terafiliasi dengan OVO.
Sebagaimana diketahui, OVO Investasi Reksadana diungkap Satgas Waspada Investasi (SWI) sebagai akun grup Telegram palsu.
Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra menyatakan, kanal Telegram resmi OVO hanya ada satu dengan nama: “Komunitas Tim OVO”.
“Kami menegaskan bahwa akun Telegram investasi yang mengatasnamakan OVO tersebut merupakan akun palsu dan bukan bagian dari kelompok perusahaan uang elektronik OVO. Kami merasa sangat dirugikan karena nama OVO telah disalahgunakan secara ilegal dan melanggar hukum," kata dia dalam keterangannya, Minggu (20/2/2022).
“Kami mengucapkan terima kasih atas langkah tegas OJK, BI dan pemerintah yang terus memberantas akun-akun palsu yang berupaya menipu masyarakat luas. Kami terus berkoordinasi dengan aparat dan pihak Telegram agar akun-akun palsu yang telah memalsukan dan mencatut nama banyak perusahaan tekfin, bank, dan lembaga keuangan terkemuka lainnya ini, segera diberantas,” kata Karaniya.