JAKARTA - Perundingan IUAE CEPA akhirnya mencapai kesepakatan. Perundingan putaran keempat IUAE-CEPA alias Indonesia–United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement menghasilkan kesepakatan terkait substansi bagi Indonesia dan Persatuan Emirat Arab (PEA).
“Saya mengucapkan selamat kepada kedua pihak. Setelah enam bulan berunding, akhirnya pada 27 Februari 2022 perundingan IUAE–CEPA dapat diselesaikan secara substantif," kata Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono, Rabu (2/3/2022).
Perundingan putaran keempat tersebut dilaksanakan pada 24–27 Februari 2022 di Yogyakarta. Pada perundingan tersebut, Delegasi Indonesia dipimpin Djatmiko Bris Witjaksono.
Sedangkan Delegasi PEA dipimpin Assistant Undersecretary for International Trade Affairs Sector, Juma Mohammed Al Kait. Keduanya juga merupakan ketua tim perunding untuk masing-masing negara.
Sejak awal perundingan IUAE–CEPA yang diluncurkan pada 2 September 2021 lalu di Bogor, Jawa Barat, Indonesia dan PEA berkomitmen untuk menyelesaikan perundingan dalam kurun waktu satu tahun, yaitu sebelum penutupan Expo 2020 Dubai pada Maret 2022.
Kedua pihak sepakat menjadikan putaran keempat ini sebagai putaran terakhir untuk menyelesaikan perundingan dan mencapai target yang telah ditentukan. Putaran keempat IUAE–CEPA fokus pada penyelesaian berbagai isu yang masih memerlukan pembahasan lebih lanjut. Di antaranya adalah perdagangan barang, perdagangan jasa, ketentuan asal barang, serta hukum dan isu kelembagaan.
Delegasi kedua negara saling menunjukkan fleksibilitas yang tinggi, namun tetap mengutamakan dan mengamankan kepentingan nasional masing-masing, sehingga perundingan dapat berjalan dengan lancar dan konstruktif.