Kapitalisasi Pasar BRI Diprediksi Tembus Rp1.000 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis
Kamis 03 Maret 2022 13:40 WIB
Kapitalisasi pasar BRI diprediksi tembus Rp1.000 triliun (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Kapitalisasi pasar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BRI diprediksi tembus Rp1.000 triliun pada 2025. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan secara nilai ekonomis BRI menjadi bank yang sangat unik karena menjadikan segmen UMKM sebagai tulang punggung (backbone) bisnisnya, termasuk di dalamnya usaha Ultra Mikro (UMi).

Di sisi lain, lanjut Kartika, pada tataran global banyak investor yang melihat dan mempertimbangkan penerapan aspek ESG ketika berinvestasi. Pihaknya memastikan dalam berbagai program akan selalu menempatkan ESG sebagai salah satu key selling factor dan key operational faktor.

“Kita sedang melakukan kajian secara menyeluruh di berbagai aspek operasi BRI bagaimana ESG bisa di adopsi secara menyeluruh baik dari sisi kredit, operasional maupun sosial. Saat ini kapitalisasi pasar BRI mencapai Rp670 triliun dan kita mempunyai target dalam beberapa tahun ke depan insyaAllah kapitalisasi pasar bisa mendekati Rp1.000 triliun,” ujar Kartika dikutip Kamis (3/3/2022).

Tiko melihat BRI memiliki potensi besar menjadi leading global bank dalam implementasi ESG, khususnya mengenai social empowerment. Menurutnya, kemampuan BRI dalam memberdayakan sektor UMKM dan Ultra Mikro praktis menjadi nuansa baru yang dipamerkan pada investor global.

Terlebih, kata Tiko, social empowerment bisa ditonjolkan BRI berkat inisiatif nya memimpin Holding Ultra Mikro bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian. Terkonsolidasinya PNM dan Pegadaian dipercaya Tiko mempunyai implikasi besar terhadap social empowerment di sektor ultra mikro.

"Holding Ultra Mikro akan terus mempertegas komitmennya untuk melayani 30 juta pelaku usaha ultra mikro yang hingga kini belum tersentuh layanan keuangan formal. Target besar lebih lanjut, Holding Ultra Mikro diharapkan dapat menjadi Lembaga keuangan bagi seluruh pelaku usaha ultra mikro yang jumlahnya mencapai 45 juta," kata dia.

Di sisi lain, langkah strategis tersebut bukan sekadar upaya bisnis, melainkan social empowerment dengan memperkuat ekosistem UMi yang diharapkan dapat menopang ekonomi nasional melalui pelaku ekonomi akar rumput yang lebih berdaya saing.

“Kami di Kementerian BUMN terus melakukan transformasi dan melakukan inovasi bisnis modal tentunya diharapkan ini bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Dan juga bisa memberikan nilai kepada stakeholders secara sustainable,” tutur Tiko.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya