"Jika kita tidak melihat semacam de-eskalasi (antara Rusia dan Ukraina) segera, kita akan melihat emas pada rekor tertinggi lebih cepat," ujar Analis Senior di Kitco Metals Jim Wyckoff
"Pasar saham berada dalam situasi kacau sekarang. Anda akan terus melihat tekanan jual dan itu juga bullish untuk logam," tambahnya.
Kemudian, indeks utama Wall Street turun sekitar satu persen karena lonjakan harga minyak mentah memicu kekhawatiran tentang inflasi spiral.
BACA JUGA:Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp6.000, Gagal Tembus Rp1 Juta
Adapun emas dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman selama masa ketidakpastian politik dan keuangan.
Karena hal ini dipandang sebagai lindung nilai terhadap kenaikan inflasi.
Sementara, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pada Minggu (6/3/2022) bahwa Washington sedang dalam "diskusi yang sangat aktif" dengan mitra Eropanya tentang larangan impor minyak dari Rusia.