Tak Tahan dengan Perang, Miliarder Rusia Teriak! Dunia di Ambang Krisis Pangan

Antara, Jurnalis
Selasa 15 Maret 2022 10:07 WIB
Miliarder Rusia Suarakan Perdamaian dengan Ukraina. (Foto: Okezone.com/Reuters)
Share :

LONDON - Pengusaha-pengusaha di Rusia menyerukan perdamaian negaranya dengan Ukraina. Pasalnya dampak perang berakibat pada banyak sektor seperti krisis pangan global.

Miliarder Pupuk dan Batu Bara Rusia Andrei Melnichenko mengatakan, harga pupuk melonjak begitu cepat sehingga banyak petani tidak mampu lagi membeli nutrisi tanah. Selain dirinya,

beberapa pengusaha terkaya Rusia secara terbuka menyerukan perdamaian sejak Presiden Vladimir Putin memerintahkan invasi pada 24 Februari, termasuk Mikhail Fridman, Pyotr Aven dan Oleg Deripaska.

Baca Juga: Saham Tesla Anjlok 5%, Elon Musk Sindir Invasi Rusia ke Ukraina dan Tingginya Risiko Inflasi

Amerika Serikat dan sekutunya di Eropa telah menganggap invasi Putin sebagai perampasan tanah bergaya kekaisaran.

Mereka telah memberikan sanksi kepada pengusaha Rusia - termasuk sanksi Uni Eropa terhadap Melnichenko, aset negara yang dibekukan dan memutuskan sebagian besar sektor korporasi Rusia dari ekonomi global dalam upaya untuk memaksa Putin mengubah arah.

Putin menolak. Dia menyebut perang itu sebagai operasi militer khusus untuk membersihkan Ukraina dari nasionalis dan Nazi yang berbahaya.

"Peristiwa di Ukraina benar-benar tragis. Kami sangat membutuhkan perdamaian," Melnichenko, dikutip dari Antara, Selasa (15/3/2022).

Baca Juga: Dampak Bom Nuklir Jika Meledak, dari Ancaman Radiasi hingga Pengaruhi Iklim

Dia yang berkebangsaan Rusia tetapi lahir di Belarus dan memiliki ibu Ukraina, mengatakan salah satu korban krisis ini adalah pertanian dan pangan.

Melnichenko adalah pendiri EuroChem, salah satu produsen pupuk terbesar Rusia, yang pindah ke Zug, Swiss, pada tahun 2015, dan SUEK, produsen batu bara utama Rusia.

Invasi Rusia ke Ukraina telah menewaskan ribuan orang, membuat lebih dari 2 juta orang mengungsi, dan menimbulkan kekhawatiran akan konfrontasi yang lebih luas antara Rusia dan Amerika Serikat, dua kekuatan nuklir terbesar dunia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya