JAKARTA – Indonesian Government, Risk, and Compliance (IGRC) kembali menyelenggarakan National Conference IGRC 2022. Kegiatan ini mempertemukan para praktisi, pemerhati, akademisi dan konsultan yang memiliki kepedulian atau terjun langsung dalam memajukan kualitas penerapan tata kelola, manajemen risiko dan kepatuhan pada Organisasi Jasa Keuangan.
Bord of Director IGRC, sekaligus Direktur Kepatuhan Sumber daya Manusia dan manajemen Risiko PT Askrindo Kun Wahyu Wardana mengatakan dengan adanya konferensi ini diharapkan dapat membangun awarness dan mengaplikasikan GRC di Indonesia khususnya di bidang jasa keuangan.
“Kami sangat senang tentunya, forum ini akan membawa manfaat khususnya dalan implementasi Government, Risk, and Compliance (GRC) di Indonesia. Tema acara ini spesifik pada sektor jasa keuangan,” ujar Kun Wahyu Wardana dalam National Conference IGRC 2022 Serie Ill, Rabu (16/3/2022).
IGRC yang ke-tiga ini merupakan kegiatan yang diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dengan segala pemahaman hingga komitmen pemerintah dan organisasi.
“GRC merupakan rangkaian yang dari sebelumnya sudah dilakukan Insya Allah nanti akan ada 4 sesi. Semoga bisa meningkatkan kualitas sektor tertentu,” urainya.
Sebagai informasi, acara National Conference IGRC 2022 ini dilakukan mulai 17 Februari 2022 hingga akhir Maret 2022 yang akan datang. Perhelatan ini dibagi menjadi empat putaran (seri).
Seri I yang telah dilangsungkan hari ini diselenggarakan di kota pahlawan Surabaya, bekerjasama dengan institusi perguruan tinggi (LPEP FEB Universitas Airlangga).
"Nantinya, berlanjut pada Seri II yang akan membahas sub tema prospek dan tantangan sinergi penerapan tata kelola (Government), risiko (Risk) dan kepatuhan (Compliance) pada organisasi pemerintahan dan lembaga public pada Senin 21 Februari 2022," tuturnya.
Adapun Seri III ketiga membahas sub tema prospek dan tantangan sinergi penerapan tata kelola (Government), risiko (Risk) dan kepatuhan (Compliance) pada organisasi jasa keuagan.
“Terima kasih semua narasumber yang berkenan hadir dengan adanya sesi ini mudah-mudahan bisa terus berkembang bersama nanti kita lihat paparan dari BPJS Ketenagakerjaan dan seluruh pihak yang berpartisipasi,” pungkasnya.
(Taufik Fajar)