Hal ini sejalan dengan misi BRI untuk mendampingi pelaku UMKM agar dapat naik kelas.
Dia menambahkan pembentukan Holding Ultra Mikro (UMi) yang terdiri atas BRI, Pegadaian, dan PNM ini telah memastikan sumber pertumbuhan baru tersebut.
Namun, untuk memastikan keberhasilan Holding UMi dalam mewujudkan pemerataan ekonomi di Indonesia tersebut diperlukan tiga hal, yakni KPI (key performance indicators) yang harus dicapai, Strategic Initiatives atau cara mencapai KPI, dan program culture yang artinya perilaku kolektif untuk mencapai KPI.
BRI pun telah menyiapkan empat strategi utama yakni mengakslerasi Co-Location SENYUM, memperbaiki bisnis proses di PNM dan Pegadaian, meningkatkan penggunaan aplikasi digital SENYUM MOBILE serta meningkatkan kapabilitas 75.000 Mantri BRI, Account Officer PNM dan Penaksir Pegadaian.
“KPI dan strategi yang telah ditetapkan dapat dieksekusi dengan baik, diperlukan penetapan perilaku kolektif yang efektif untuk mencapai tujuan melalui program culture yang selaras dengan culture dari Kementerian BUMN yaitu AKHLAK. Untuk mendorong internalisasi One Culture AKHLAK tersebut, maka diimplementasikan culture activation program dengan tema Brigade Madani”, ungkapnya.
Sunarso menambahkan kembali soal proporsi perempuan yang besar dalam holding UMi ini, perempuan mengambil peranan besar.
Sehingga, holding UMi ini dapat mewujudkan pemerataan ekonomi di Indonesia dan mendorong inklusi keuangan.
(Taufik Fajar)