Lalu, FDI/PMA tercatat sebesar Rp147,2 triliun, dengan porsi 52,1%, sementara PMDN sebesar Rp135,2 triliun dengan porsi 47,9%. PMA naik 20,5% QoQ dan 31,8% YoY, dan PMDN naik 13,3% QoQ dan 25,1% YoY.
"Ini, tolong dicatat, untuk global, luar negeri, sudah mulai nyaman dan mulai yakin terhadap stabilitas kebijakan negara dalam mendorong investasi masuk ke Indonesia. Ini bukti nyata, YoY-nya PMA naik 31,8%. PMDN tak jauh kalah penting, jadi PMA tumbuh, PMDN sama-sama tumbuh, ini yang kita inginkan supaya menuju ke investasi yang berkualitas," ungkap Bahlil.
Dia mengatakan, investasi jangan hanya dilihat dari segi angka, tetapi dilihat penyebarannya juga. Pada hari ini, tegas Bahlil, investasi di Jawa sebesar 47,3% atau setara Rp133,7 triliun dan luar Jawa 52,7% atau setara Rp148,7 triliun.
"Investasi luar Jawa tumbuh 30% YoY, dan di Jawa tumbuh 26,8% YoY. Sejak kuartal III 2020, kita stabil nih, investasi di luar Jawa sudah membaik, ini yang diinginkan Bapak Presiden, Indonesia-sentris. Bukan hanya terpusat di satu wilayah saja," terangnya.
(Dani Jumadil Akhir)