JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berharap agar maskapai Pelita Air dapat menjadi paradigma baru industri penerbangan Indonesia.
Diketahui, Pelita Air melakukan jadwal penerbangan perdana reguler pesawat Airbus A320-200 dengan rute Jakarta-Bali-Jakarta dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada hari Kamis 28 April 2022.
BACA JUGA:Khawatir Pelita Air Bakal seperti Garuda Indonesia, Erick Thohir: Tidak Boleh Terulang!
Berikut ini dirangkum Okezone, Senin (2/5/2022), fakta soal Pelita Air:
1. Penerbangan Perdana
Direktur Utama PT Pelita Air Service Dendy Kurniawan menyatakan bahwa penerbangan reguler ini akan memiliki frekuensi 1 kali per hari dengan jadwal keberangkatan dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pukul 09.20 WIB dan tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada 12.10 WITA.
“Untuk tahap awal, rute penerbangan reguler perdana Jakarta - Bali - Jakarta rencananya akan kami jalankan pada 28 April 2022. Rute tersebut dipilih karena merupakan destinasi favorit bagi para wisatawan terlebih seiring dengan berangsurnya pandemi yang berubah menjadi endemi serta adanya masa libur Idul Fitri 2022 dan mendukung perjalanan bisnis,” ujar Direktur Utama PT Pelita Air Service Dendy Kurniawan dalam keterangan resmi, Rabu (27/4/2022).
Dendy kurniawan mengatakan Sedangkan jadwal keberangkatan penerbangan dari Bali – Jakarta pada 14.55 WITA dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada 15.45 WIB. Tiket Pelita Air sudah bisa didapatkan secara langsung melalui mitra agen perjalanan Pelita Air, yaitu Mitra Tours and Travel, Bayu Buana Travel, dan Panorama JTB Tour.
2. Peringatan Erick Thohir
Erick Thohir mengingatkan agar Pelita Air tak mengikuti jejak kasus Garuda Indonesia.
“Jadi kesalahan yang terjadi ditempat lain jangan sampai terulang. Kalau terulang saya akan laporin langsung. Jadi dengan fokus domestik Pelita Air bisa menjadi besar," kata dia, Kamis (28/4/2022).
3. Pelita Air Fokus Penerbangan Lokal
Erick Thohir mengatakan Pelita akan fokus dengan menggarap penerbangan lokal atau domestik dan diharapkan dapat mendorong 400 industri pesawat. Dan bisa mendorong terhadap pertumbuhan ekonomi hingga lapangan kerja.
“Jadi pertumbuhan ekonomi dan ekosistem di dalam penerbangan itu harus dijaga, khususnya di domestik harus benar-benar dibangun. Nah Indonesia negara kepulauan penduduknya 273 Juta, itu jadi peluang manajemen untuk good governance dan transparan,” ungkapnya.
BACA JUGA:Erick Thohir Minta Pelita Air Juara di Penerbangan Domestik, Bukan Internasional
4. Tulang Punggung Penerbangan Domestik
Erick Thohir juga berharap Pelita menjadi tulang punggung penerbangan domestik (domestic flight), selain Garuda Indonesia.
5. Pelita Air Tak Boleh Dimonopoli
Erick Thohir menambahkan market penerbangan dalam negeri sangat potensial. Potensi ini harus dimaksimalkan pemerintah, tanpa membiarkan monopoli dan oligopoli pasar oleh pihak swasta.
Maka itu, pemerintah menghadirkan PT Pelita Air Service (PAS) untuk menggarap penerbangan domestik secara komersial.
"Pasar bebas boleh, tapi keseimbagan harus terjadi, tak mungkin negara sebesar ini tunduk pada negara lain, atau pasar sebesar ini dimonopoli oleh sebagian saja. Karena ini tugasnya penting kenapa kita melahirkan Pelita," tegasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)