JAKARTA - Direktur Institute for Development of Economics dan Finance (Indef) Tauhid Ahmad menjelaskan soal penyebab dari urbanisasi yang diprediksi meningkat usai Lebaran 2022.
Dia menilai usaha pemerintah mencegah urbanisasi masih belum maksimal.
Hal ini terlihat dari lokasi kawasan industri yang berada tidak jauh dari perkotaan serta pembangunan infrastruktur yang belum merata.
"Upaya pemerintah belum maksimal, kawasan industri masih saja berlokasi di dekat kota, dan pembangunan infrastruktur masih belum merata di beberapa daerah terlebih di luar Jawa. Harusnya daya tarik seperti infrastruktur ini disebar. Saya rasa dua faktor ini menjadi faktor utama meningkatnya gelombang urbanisasi" ucapnya kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (6/5/2022).
BACA JUGA:Libur Lebaran 2022 Bisa Dongkrak Ekonomi Daerah hingga 7%
Menurutnya, pemerintah harus memaksimalkan upaya pencegahan urbanisasi seperti pemerataan infrastruktur, lapangan pekerjaan, dan memfokuskan perencanaan pembangunan ekonomi daerah.
"Menurut saya ketika infrastruktur di daerah bagus dan lapangan pekerjaan terbuka luas ya urbanisasi ini akan semakin sedikit. Tentu masyarakat akan memilih untuk tetap tinggal di kampung ketika fasilitasnya memang sudah memadai dan mencukupi. Dan pemerintah juga harus memfokusan diri terhadap pembangunan ekonomi lokal" tambahnya.
Dia juga menegaskan bahwa gaya hidup yang ada di desa seringkali menjadi daya tarik.
Oleh sebab itu menciptakan gaya hidup yang jauh lebih baik adalah sebuah upaya untuk menekan tingginya angka urbanisasi.
BACA JUGA:Urbanisasi Usai Lebaran Diprediksi Melonjak, Apa Dampaknya?
Dia juga berharap agar pemerintah dapat memastikan terlebih dahulu apakah para masyarakat urban ini sudah memiliki jaminan hidup di perkotaan atau belum, mengingat banyaknya yang merantau dengan modal nekat.
"Ya kalau bisa di cek dulu yang masuk ke kota ini apakah sudah ada jaminan hidupnya? apakah sudah jelas dimana lokasi bekerjanya? karena juga banyak yang pergi ke kota hanya bermodalkan nekat saja" pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)