"Karena itu saya juga mengajak Menteri Ketenagakerjaan untuk menyiapkan tenaga-tenaga yang capable yang bisa mendukung perkembangan industri keseluruhan di Konawe Utara ini. Dan saya kira menteri juga sudah menyiapkan BLK (Balai Latihan Kerja) di sini untuk mendukung itu. Sehingga nanti masyarakat Sulawesi Tenggara, bisa bekerja dan bisa berpartisipasi tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan industri di wilayahnya," jelasnya.
Lebih jauh Wapres menyampaikan berdasarkan informasi, Kabupaten Konawe Utara memiliki Wilayah Izin Usaha Pertambangan paling luas di Provinsi Sulawesi Tenggara. Namun, sejauh ini proses hilirisasi masih belum maksimal. Menurutnya, hal tersebut disebabkan fasilitas yang belum tersedia dan beberapa hal teknis lain.
Wapres menyampaikan pemerintah terus melakukan upaya optimal untuk mengatasi hal tersebut.
"Walau kebijakan afirmasi sudah diberikan dan pemerintah ingin memberi kemudahan, tapi memang kita juga harus menyiapkan infrastruktur dan berbagai hal yang diperlukan, karena itu kita terus melakukan supaya lebih optimal lagi memberikan perizinan serta faktor-faktor pendukung lain bersama dengan pemerintah daerah," jelasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)