JAKARTA – Kabar kenaikan harga BBM jenis Pertalite dan Solar kembali mencuat. Dikabarkan BBM RON 90 akan naik Rp2.000 hingga Rp3.000 per liter.
Berikut fakta harga Pertalite jadi naik yang dirangkum di Jakarta, Minggu (22/5/2022).
1. Respons Pertamina
Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T PT Pertamina (Persero) Irto Ginting mengatakan, perseroan belum mengetahui soal usulan besaran kenaikan harga BBM dari siapapun.
"Usulan dari siapa? belum ada info (besaran kenaikan),"tanya Irto saat dihubungi Okezone.
Baca Juga: Kapan Harga Pertalite dan LPG 3 Kg Naik? Pertamina: Kita Ikut Arahan Pemerintah
Dia menegaskan, penyesuaian harga BBM menjadi kewenangan pemerintah. Oleh karena itu, Pertamina hanya menerima instruksi dari pemerintah dalam hal penyesuaian harga bahan bakar.
"Penyesuaian harga BBM Subsidi kewenangannya ada di Pemerintah," ujarnya.
2. Langkah Strategis Pemerintah Hadapi Dampak Kenaikan Harga Minyak Mentah Dunia
Menteri ESDM Arifin Tasrif memberi sinyal harga BBM subsidi seperti harga Pertalite dan solar subsidi akan naik. Tak hanya BBM, harga LPG 3 kg juga akan naik.
Arifin Tasrif menilai kenaikan harga Pertalite dan Solar merupakan langkah strategis pemerintah dalam menghadapi dampak kenaikan harga minyak mentah dunia.
Baca Juga: Begini Kondisi BBM hingga Listrik saat Arus Mudik dan Balik Lebaran 2022
"Dalam (strategi) jangka menengah dan panjang penyesuaian harga Pertalite, minyak Solar, dan mempercepat bahan bakar pengganti (kendaraan listrik, bahan bakar gas, bioetanol, maupun BioCNG)," ujarnya.
3. Kata Pengusaha
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Sigit Djokosoetono merespon wacana kenaikan harga pertalite yang sudah melangka menyusul naiknya harga pertamax oleh pemerintah.
Sigit Djokosoerto menilai sejumlah kenaikan harga bahan bakar minyak tak selalu berdampak pada operasional armada kendaraan umum khususnya taksi blue bird dalam menaikan tarif ongkos.
“Tidak selalu kenaikan BBM jadi kenaikan tarif tentunya terkait soal kenaikan harga pertalite kami akan terus menunggu terlebih dahulu, kita akan hitung ulang berapa besarannya,” kata Dirut Blue Bird Sigit Djokosoetono Kepada wartawan di Jakarta.