Karena menurutnya perubahan ini penting dilakukan sebagai upaya persiapan stasiun Manggarai menjadi central transit station kedepannya.
"Makanya bilang perlunya uji coba untuk melihat kondisi yang rill seperti apa, kita tidak bisa menyimpulkan bagus atau tidak, selain itu untuk melihat kesiapan apa yang kurang," ujar Djoko kepada MNC Portal, Minggu (29/5/2022).
"Dilakukan uji cobanya di hari tidak sibuk, yaitu Sabtu dan Minggu, melihat apakah ada lonjakan seperti apa kondisinya," sambungnya.
Dia menjelaskan yang dilakukan pada masa uji coba ini bakal menjadi catatan penting untuk KCI untuk memperbaiki terkait rencana pemindahan rute kedepannya.
Sehingga ketika masuk di hari kerja di mana yang berpotensi terjadinya lonjakan penumpang bisa teratasi.
BACA JUGA:Rute KRL Bogor dan Bekasi Berubah, Masyarakat Masih Bingung
"Kita kan harus melihatnya secara utuh, apakah terjadi penumpukannya sampai malam atau tidak, kan tidak, masalah penumpukan ya jelas ada, makanya perlu uji coba, kalau tidak di uji coba kan tidak tahu," lanjutnya
Dia juga menyebut pentingnya adanya penambahan frekuensi keberangkatan kereta jika banyak rute yang mengharuskan transit di stasiun Manggarai agar tidak terjadi penumpukan yang parah, terutama pada jam kerja.
"Frekuensi kereta jelas bertambah, iya harus seperti itu, makanya perlu di uji coba," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)