Raja Juli Jadi Wamen ATR, Bantu Hadi Tjahjanto Lawan Mafia Tanah

Tim Okezone, Jurnalis
Rabu 15 Juni 2022 13:42 WIB
Raja Juli dilantik jadi Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. (Foto: YouTube/Sekretariat Presiden)
Share :

JAKARTA - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni dilantik menjadi Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pada hari ini, Rabu (15/6/2022).

Raja Juli akan bekerja membantu Hadi Tjahjanto melawan mafia tanah di Indonesia.

Dirangkum Okezone, Raja Juli lahir di Riau pada 13 Juli 1977.

Sebelumnya, dia merupakan politikus Partai Demkorasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Pada tahun 2009, Raja Juli juga pernah mencalonkan diri dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat IX (Kabupaten Subang, Sumedang dan Majalengka), namun kalah.

 BACA JUGA:Dilantik Jadi Wamen ATR/BPN? Raja Juli : Biar Pak Presiden yang Umumin

Dia pun tercatat aktif berorganisasi, dengan pernah menjadi Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Direrktur Eksekutif Maarif Institute.

Dia pun pernah mencalonkan sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2015-2020, tapi mengundurkan diri karena ingin fokus di PSI.

Adapun Raja Juli memiliki riwayat pendidikan sarjana di di IAIN Syarif Hidayatullah (sekarang UIN Jakarta) pada 2001 dengan riset berjudul Ayat-ayat Jihad: Studi Kritis terhadap Penafsiran Jihad sebagai Perang Suci.

Dilanjut dengan menempuh pendidikan pasca sarjana di The Department of Peace Studies, Universitas Bradford, Inggris, setelah mendapatkan beasiswa Chevening Award pada tahun 2004, dan menyelesaikannya dengan tesis yang berjudul The Conflict in Aceh: Searching for A Peaceful Conflict Resolution Process.

Dia mendapat beasiswa dari Australian Development Scholarhip (ADS) pada tahun 2010, Raja meneruskan studi doktoral di School of Political Science and International Studies pada Universitas Queensland, Australia. Ia berhasil mendapatkan gelar Ph.D dengan disertasi berjudul Religious Peacebuilders: The Role of Religion in Peacebuilding in Conflict Torn Society in Southeast Asia, dengan mengambil studi kasus Mindanao, Filipina Selatan dan Maluku, Indonesia.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya