"Sejauh ini sudah ada 22 negara yang menutup diri untuk ekspor. Kemarin kami dimintai Singapura untuk telur dan ayam karena Malaysia menutup (keran ekspor)," katanya.
Menurutnya kondisi tersebut tidak lepas dari ancaman krisis pangan dunia yang sudah di depan mata. Oleh karena itu, langkah penutupan keran ekspor oleh sejumlah negara tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk melakukan ekspor pangan termasuk beras.
"Untuk sementara ini jangan sampai peluang yang ada nanti diambil negara lain," katanya.
Syahrul mengatakan saat ini sejumlah pelaku ekspor juga sudah mulai menawarkan produknya untuk diekspor.
"Teman-teman penggilingan yang kelas bagus sudah berlomba menawarkan diri untuk melakukan ekspor, terutama yang dari Jawa," katanya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)