Kota Mataram juga telah dilaksanakan Workshop Peningkatan Inovasi dan Kewirausahaan Pelaku Ekraf di tahun 2021, berlanjut pelaksanaan uji petik di Kota Mataram pada bulan Maret tahun 2022 dengan hasil kuliner ditetapkan sebagai subsektor unggulan daerah.
Kemenparekraf/Baparekraf sangat mengapresiasi partisipasi dari Pemerintah Daerah serta para pelaku ekraf dan aktor ABCGM lainnya yang telah berkolaborasi untuk mengembangkan kreativitasnya.
Program yang berpihak kepada UMKM ini menggunakan pendekatan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi, sekaligus sebagai upaya untuk menghidupkan kembali semangat berkarya yang sempat redup dikarenakan kondisi Pandemi Covid-19.
“Kita harus bergegas selesaikan tugas dan kita harus bergerak, bergerak, dan bergerak bangkit untuk menyesuaikan diri, terus aktif, berbagi inovasi bagi para entrepreneur untuk bisa terus membuka lapangan pekerjaan,” kata Sandiaga.
Sandiaga berharap dengan mengambil pelajaran dari pandemi, seperti kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan, para pelaku ekonomi kreatif, termasuk yang ada di Lombok bisa menyejahterakan masyarakat.
“Krisis ini dipicu oleh Covid tapi krisis ini justru menghadirkan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi dengan semangat 3G (Gercep, Geber, Gas Pol) untuk membuka peluang usaha,” ujar Sandiaga.
Sandiaga menuturkan UMKM mampu menjadi kunci pemulihan ekonomi nasional dan menjawab tantangan kemandirian ekonomi di masa pandemi. Kunci suksesnya inovatif, berani ambil resiko, adaptif, miliki soft skill dengan reskilling dan upskilling. Yang paling penting, etos kerja 4AS (Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas, dan Kerja Ikhlas).
Menparekraf mengungkapkan dengan adanya Kelana Nusantara para pelaku ekonomi kreatif, pemilik UMKM, pengusaha ataupun komunitas mendapatkan kesempatan untuk mewujudkan idenya, sehingga dapat terus menghasilkan karya dan turut andil dalam membangun pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
“Ayo sama-sama kita bangkit, pastikan ekonomi kita bergulir, para pengusaha semua memberikan kontribusi, dan kita harus bersatu padu”,
Sandiaga berkeyakinan dengan para entrepreuner bergandengan tangan tangan, ekonomi kreatif di Indonesia akan bangkit.
“Saya harap melalui kegiatan hari ini hadirin para pelaku ekonomi kreatif, pemilik UMKM, pengusaha ataupun komunitas mendapatkan kesempatan untuk mewujudkan idenya sehingga dapat terus menghasilkan karya dan turut andil dalam membangun pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Ide datang bisa dari mana saja, kapan saja, dimana saja. Kita harus jeli melihat kesempatan dalam kesempitan, jeli melihat potensi dalam beradaptasi, tak lupa jadikan ilmu dan pengalaman sebagai guru yang bijak, pasti industri kreatif dapat bangkit kembali," tutur Sandiaga.
(Zuhirna Wulan Dilla)