BERLIN - Konflik antara Rusia dan Ukraina telah mengakibatkan krisis energi di Eropa.
Dikutip Reuters, baru-baru ini Jerman diberitakan menaikan lagi konsumsi batu baranya karena kenaikan permintaan listrik akibat memasuki musim dingin.
Kondisi itu dipicu oleh adanya pemotongan suplai gas dari pipa Nord Stream 1 dari Rusia sebesar 40%.
BACA JUGA:Nike Hengkang dari Rusia, 100 Toko Tutup Permanen
Sejumlah ahli menyatakan kondisi itu bersifat sementara, dan Jerman akan tetap pada jalurnya untuk meninggalkan batu bara dan mencapai bauran energi terbarukan hingga 80% di 2030.
Pemerintah Jerman sebelumnya diketahui sedang menyiapkan draf UU Pemeliharaan Pembangkit Listrik Pengganti yang membuat sebagian kalangan kebingungan.
UU itu telah disahkan melalui kabinet pada tanggal 8 Juni dan akan dilakukan pemungutan suara di parlemen pada tanggal 8 Juli mendatang.
Gagasan undang-undang tersebut adalah untuk mengganti cadangan gas dengan pembangkit listrik yang ada (yaitu batu bara) untuk jangka waktu terbatas hingga 31 Maret 2024.
Jerman memperluas pasokan listrik batu bara kritisnya dari 6 GW menjadi 10 GW pada waktunya untuk musim dingin.