Di lain sisi, dirinya juga menekankan pemerintah untuk memperkuat stok pangan nasional dengan substitusi pangan impor. Menurutnya hal itu dilakukan untuk antisipasi adanya kenaikan harga pangan di lain hari.
"Berdasarkan tren kenaikan harga di tingkat global tidak menutup kemungkinan guncangan harga pangan akan terjadi," katanya.
"Berdasarkan catatan kami, Gandum itu dalam jangka panjang dari tahun 1960 sampai 2022 sudah tiga kali mengalami guncangan harga, misalnya pada kasus impor dalam biji gandum dan tepung terigu, bisa diganti dengan tepung lokal lainnya," tambahnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)