Momen Jokowi Ditawari Nginap Gratis di Hotel Rp100 Ribu/Malam

Raka Dwi Novianto, Jurnalis
Jum'at 22 Juli 2022 15:30 WIB
Presiden Jokowi. (Foto: Setpres)
Share :

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlihat meninjau Proyek Pengembangan Sarana Hunian Pendukung Kawasan Pariwisata, Kampung Baru, Labuan Bajo pada hari ini, Jumat (22/7/2022).

Pada momen ini, Presiden Jokowi dan Ibu Negara ditawari menginap di pondok wisata (homestay) yang dimiliki warga.

Bahkan, Presiden Jokowi ditawari menginap gratis.

"Kalau bapak yang menginap gratis pak," ujar Riyadi pemilik kios dan homestay Avifah saat ditanya tarif pondok wisatanya oleh Presiden.

BACA JUGA:Presiden Jokowi: Labuan Bajo Sudah Cantik dan Bersih, Jangan Buang Sampah Sembarangan

Hal itu akhirnya membuat Presiden Jokowi dan Ibu Negara tersenyum.

Adapun Presiden Jokowi dan Ibu Negara menanyakan berapa tarif pondok wisatanya per malam untuk wisatawan.

"Seratus ribu rupiah per malam Pak," katanya.

Kemudian, Presiden pun menitipkan kepada Riyadi dan juga sejumlah pemilik pondok wisata di Kampung Baru tersebut untuk menjaga serta memelihara sarana dan prasarana serta bangunan yang sudah diperbaiki oleh pemerintah pusat tersebut.

"Dijaga ini ya," pesan Presiden.

Diketahui, Presiden Jokowi juga meresmikan sistem penyediaan air minum (SPAM) Wae Mese II di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), hari ini. SPAM Wae Mese II merupakan bagian dari penataan infrastruktur pendukung pariwisata di Labuan Bajo.

Di mana saat memberikan keterangan seusai meninjau SPAM Wae Mese II, Presiden mengatakan bahwa penataan Labuan Bajo harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari penataan kawasan hingga ketersediaan listrik dan air.

“Dari airnya, ketersediaan listriknya, penataan kawasan semuanya terpadu, sehingga kebutuhan-kebutuhan yang ada bisa dipenuhi,” ucap Presiden.

SPAM Wae Mese II sendiri dibangun dengan nilai investasi mencapai Rp159 miliar. SPAM yang dibangun pada tahun 2020 ini bermanfaat untuk menyediakan kebutuhan air minum masyarakat di Labuan Bajo sebanyak 8.000 sambungan rumah atau setara dengan 40 ribu jiwa.

Lebih lanjut, Kepala Negara memandang bahwa pengembangan Labuan Bajo perlu dilakukan secara terpadu karena terjadi peningkatan investasi di Labuan Bajo utamanya di bidang perhotelan.

“Saya melihat ada peningkatan investasi utamanya hotel-hotel yang sangat banyak di Labuan Bajo ini,” pungkasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya