JAKARTA - PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) mencatat laba bersih Rp145 miliar atau tumbuh 39,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp104 miliar.
Direktur Utama PT Impack Pratama Industri Tbk Haryanto Tjiptodihardjo mengatakan hal itu terjadi pasca pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
Dia juga menyebut kalau berlangsungnya perayaan Lebaran pada kuartal II, perseroan tetap mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebanyak 27,5% menjadi Rp1,35 triliun pada semester I 2022.
BACA JUGA:PLN Raup Laba Bersih Rp17,4 Triliun, Naik 162,4%
”Pada umumnya, kinerja bisnis perseroan akan menguat pada semester II setiap tahunnya. Berdasarkan hal ini, manajemen perseroan optimis mampu mencapai target 2022 yang telah ditetapkan, yakni pendapatan sebesar Rp2,6 triliun, serta laba bersih senilai Rp260 miliar," ujar Haryanto dikutip Harian Neraca, Jumat (29/7/2022).
Di mana pada pertumbuhan pendapatan pada semester pertama 2022 utamanya didongkrak oleh kenaikan volume penjualan.
Pada Juni lalu, perseroan mulai mengekspor produk atap Alderon ke Thailand, setelah sebelumnya Alderon juga telah diekspor ke Malaysia dan Vietnam. Oleh sebab itu, perseroan meyakini ekspor secara keseluruhan serta volume penjualan produk atap uPVC dapat membaik di semester II.
Dia menjelaskan jika melihat potensi pada pasar di negara-negara tersebut, maka tidak menutup kemungkinan perseroan bisa membuka pabrik di sana. Dari dalam negeri, selain membuka pabrik di Rungkut, Surabaya, perseroan juga memperluas wilayah operasi manufaktur Alderon ke area Jawa Tengah.
Lalu, perseroan melalui entitas anaknya, PT Unipack Plasindo, telah menandatangani Perjanjian Pemanfaatan Tanah Industri (PPTI) dengan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah dengan luas sekitar 2,9 hektare.
Rencananya, penetapan pabrik baru di KITB itu akan berfungsi sebagai pabrik produk atap, pipa, serta plafon semuanya di bawah merek Alderon.
Pada 7 Juli 2022 lalu, perseroan juga telah membagikan dividen tunai kepada pemegang sahamnya, yakni sejumlah Rp106,3 miliar atau setara 50,6% dari laba bersih perseroan tahun 2021. Tahun ini, perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp260 miliar naik dari proyeksi 2021 sebesar Rp 00 miliar.
Sementara pendapatan dipatok sebesar Rp2,6 triliun atau bertambah dari proyeksi 2021 sebesar Rp2,2 triliun.
(Zuhirna Wulan Dilla)