"Kami percaya bahwa ruang pertumbuhan bisnis portofolio Saratoga masih terbuka lebar, sehingga nilai investasi Perseroan akan terus meningkat," kata Michael dalam keterangan resminya di Jakarta, dikutip Sabtu (30/7/2022).
Michael menuturkan perseroan tetap melanjutkan investasi pada di aset-aset di sektor strategis yang berdampak luas bagi kebangkitan ekonomi bangsa
Seperti diketahui, Saratoga melakukan divestasi 3 persen saham Perseroan di PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk (TBIG) senilai Rp2,2 triliun kepada Digital Bersama Infrastruktur Asia Pte Ltd (BDIA).
Divestasi saham tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi internal yang dilakukan Saratoga bersama dengan Provident Group untuk memperkuat strategi investasi di sektor infrastruktur digital seperti menara telekomunikasi, fiber optic, dan data center. Pasca-divestasi TBIG, Saratoga saat ini memiliki 35,2% saham BDIA dan 9,3% saham TBIG melalui anak usaha yang dimiliki penuh.
"Divestasi saham TBIG ke BDIA bertujuan memperkuat strategi dan eksekusi dari setiap rencana investasi Saratoga, termasuk bekerjasama dengan mitra-mitra baru," tutur Michael sembati menambahkan perseroan telah menandatangani kerjasama dengan Macquarie Asset Management sebagai mitra strategis di BDIA.
(Zuhirna Wulan Dilla)